Kementerian Kominfo Gali ilmu Antisipasi Hoaks dan Menjaga Data Pribadi dengan Metode KAP Bersama Warga Blang Kiree

ACEH BESAR – Siberkreasi, Kominfo, RTIK Aceh, ICT Watch, dan Portkesmas pelaksanaan kegiatan Literasi Digital dengan Tema “Gali Ilmu: Antisipasi Hoaks dan Menjaga Data Pribadi dengan Metode KAP (Komunikasi Antar Pribadi)” di SD Negeri Blang Kiree Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar. Minggu, (17/9/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka dihadiri 100 peserta 90% didominasi ibu-ibu desa Blang Kiree, Humas Relawan TIK Aceh Jufriadi mengatakan, tahun ini kita kembali menggandeng Kominfo dan Siberkreasi untuk mengedukasi warga Aceh Besar dalam bermedia sosial.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan Literasi sebelumnya kita berfokus di meliterasi masyarakat di Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah, Langsa, Bireuen dan Aceh Jaya, pada kesempatan ini kami Relawan TIK Aceh mengajukan untuk dilaksanakan di empat titik di pedesaan yang ada di Aceh Besar,” jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat agar memiliki pengetahuan tentang dunia informasi dan teknologi sehingga dapat tercegah dari berbagai ancaman kejahatan dunia maya sekaligus ancaman berita-berita hoax.

“Saat ini sangat banyak sekali jenis operandi dari penjahat di dunia maya, diantaranya Scamming, Carding, Phising, dan lain sebagainya, sehingga kita harus cermat dalam berinternet. Tidak boleh asal klik jika mau data aman,” tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan Workshop Literasi Digital menghadirkan empat narasumber Jufriadi (Humas RTIK Aceh), Fakhrullah Maulana (Ketua RTIK Aceh), Ida Ayu Prasasti (Program Manager ICT Watch) dan Indriyatno Banyumurti (Direktur Eksekutif ICT Watch).

Fakhrullah Maulana dalam pemaparannya mengatakan, Dunia Internet itu seperti sungai ibu bapak sekalian, makanya sebelum kita mengarungi sungai kita mesti pastikan dulu kita sudah siap dan bisa untuk berenang. Kita perlu paham dulu bahwa dunia maya memiliki hal-hal yang sangat buruk bagi kita, anak-anak kita, dan masyarakat jika kita tidak bijak dan terkontrol dalam beraktivitas disana.

“Penjahat cyber tidak lagi hanya mengincar rantai-rantai kuat seperti perusahaan, perbankan dan korporasi besar lainnya, melainkan juga rantai-rantai lemah seperti masyarakat awam karena dianggap lebih mudah untuk dikelabui. Maka oleh karena itu bapak ibu sekalian, kegiatan ini sangat kami anggap penting karena hampir setiap aktivitas kita berhubungan dengan internet,” harapnya.

Ida Ayu Prasasti bersama Indriyatno Banyumurti saat gali ilmu menggunakan metode Komunikasi Antar Pribadi menjelaskan, Ibu Bapak sekalian ada yang tahu persamaan nya Hoax dengan Horor?

“Ya, sama-sama menakutkan dan menguras emosi ya ibu bapak sekalian. Banyak sekali hari ini masyarakat kita menjadi korban dari berbagai kabar hoax di internet, terutama di sosial media. Banyak dari masyarakat kita, orang sekitar kita, bahkan keluarga kita sekalipun yang terkadang tanpa sadar termakan dengan berita-berita bohong dan akhirnya juga turut menyebarkan berita tersebut di sosial medianya,” katanya Ayu Prasasti.

Tambahnya, maka hari ini kami akan sharing ke bapak ibu sekalian bagaimana cara menghadapi hoax di dunia maya. mulai dari cara mengecek fakta, cara membandingkan berita, hingga proses verifikasi berbagai pesan atau berita yang ada di sosial media bapak ibu sekalian.

Pos terkait