Remaja Indonesia, Jepang dan Philipina, Melaksanakan Pertunjukan Theater Virtual

Remaja Indonesia, Jepang dan Phipina, Melaksanakan Pertunjukan Theater Virtual

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai negara tidak hanya berimbas pada kondisi kesehatan dan ekonomi semata. Pendidikan salah satu aspek yang sangat berpengaruh akibat sebaran wabah ini. Hal ini menjadi perhatian para seniman teater dari 3 negara, Jepang, Philippina dan Indonesia.

Setsu Hanasaki, salah satu ahli teater yang menjadi fasilitator untuk para remaja Jepang mengatakan bahwa, kegiatan ini untuk memberikan kesadaran bagi generasi muda di Jepang bahwa virus sangat berhubungan dengan keseimbangan alam, manusia harus mampu menjaga lingkungan hidup dan memelihara tradisi sebagai sumber dan warisan pengetahuan.

“Kegiatan ini bentuk pertukaran budaya di 3 negara, para peserta saling berbagi bagaimana kondisi kehidupan selama pandemi Covid 19, para peserta dari 3 negara ini sebelum mengikuti workshop diharuskan melakukan riset kecil, mereka diminta untuk menggali tentang penyakit atau wabah dimasa lalu dan bagaimana masyarakat adat menjaga lingkungannya, kemudian cerita rakyat tersebut di presentasi dalam bentuk teater,” ungkap Mariko Sorimachi, Direktur Cordillera Green Network, NGO kebudayaan yang berbasis di Philipina, hal itu disampaikan secara daring pada saat pembukaan pertunjukan virtual. Minggu, 8 Agustus 2021.

Deputi Direktur Komunitas Tikar Pandan, Muhammad Yulfan mengatakan bahwa para peserta yang berjumlah 9 orang ini berasal dari SMK Negeri 5 Bener Meriah dan SMA Terpadu Bustanul Ulum Bener Meriah, workshop yang difasilitasi oleh Agus Nuramal ini di ikuti secara antusias, mereka mengambil topik cerita tentang pantangan bermain layang-layang di kampung, siapa saja yang melanggar maka satu kampung akan terkena penyakit kusta dan gatal.

“Cerita ini simbol dari kepatuhan dan pengetahuan lokal, bagaimana penanganan terhadap wabah, masyarakat ternyata punya cara sendiri hidup ditengah kondisi pandemi. Cerita turun temurun ini akhirnya menjadi kesadaran kolektif, pengetahuan lokal dan sudut pandang tersendiri”.

“Harusnya cerita ini dijadikan sebagai model, bagaimana pemerintah atau pihak terkait memberikan informasi Covid-19 kepada masyarakat luas. Komunikasi harus disampaikan dengan bahasa sederhana, dan dengan pendekatan yang tepat, pendekatan budaya adalah salah satunya. Jadi tidak melulu bahasa teknis”.

“Sebagai pelaksana workshop dan pertunjukan, kami senang bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan teman-teman di 3 negara.” ucap Yulfan yang juga berprofesi sebagai Advokat.

Laili Maulida salah satu peserta dari SMKN5 Bener Meriah menambahkan, kami berharap semoga bisa ikut kegiatan dimasa mendatang secara langsung dan berdoa agar Covid-19 hilang bisa berkata dengan normal lagi.

Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh Plt. Bupati Bener Meriah, beliau sangat mendukung dan memberikan apresiasi. Para peserta mengikuti zoom meeting di Aula SMKN 5 Bener Meriah, Bupati datang dan menyaksikan langsung pertunjukan daring teserbut, sebut Kepsek SMKN5 Bener Meriah, Sabirin Amin.S.Pd.

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 29 – 31 Juli 2021 ini menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, Folktale-Pandemic Story Theater Workshop ini terselenggara karena dukungan dari The Japan Foundation Asia Center.

Rubrik      : News

Pos terkait