Temuan Pansus DPRA, Proyek Galian Waduk Teupin Keubeu Fiktif ?

  • Whatsapp
Pansus DPRA Dapil V saat turun ke lapangan meninjau proyek galian Waduk Teupin Keubeu di Gampong Jamuan, Kecamatan Bandar Baro, Kabupaten Aceh Utara.

ACEH UTARA, INFONANGGROE.com – Proyek galian Waduk Teupin Keubeu di Gampong Jamuan, Kecamatan Bandar Baro, Kabupaten Aceh Utara senilai Rp 4,1 miliar lebih dari dana Otsus 2019 diduga tidak dikerjakan alias fiktif.

Hal itu berdasarkan amatan Pansus DPRA Dapil V yang turun ke lapangan pada awal Juli lalu. Tim yang dikoordinir Tarmizi Panyang tersebut menyimpulkan tidak ada galian 18000 meter kubik, di lokasi waduk itu.

“Dalam laporan rekam jejak pekerjaan yang dilaporkan ke pansus. Terdapat 18 ribu meter kubik galian di lokasi waduk, setelah kita amati termasuk oleh tim ahli, tidak terlihat galian itu,” jelas Tarmizi Panyang, Selasa (28 Agustus 2020).

Baca juga:
Alibaba Cloud Bangun Data Scrubbing Center, Menkominfo: Ikuti Aturan Hukum Indonesia

Kemudian diterangkan, dalam kontrak amandemen pekerjaan pada item galian tanah biasa diangkut dan dibuang. Tidak diuraikan lokasi buangan dan titik temu buangan. Sedangkan dalam laporan rekam jejak yang dilaporkan disebutkan 36.6 ribu meter kubik.

“Kesimpulannya pada item galian itu, tidak terlihat ada pekerjaan, galian maupun tanah buangannya tidak ada,” jelasnya lagi.

Disebutkan, nilai kontrak Rp 4,1 miliar pekerjan di waduk itu tidak hanya untuk galian. Namun juga untuk item pembangunan saluran batu 100 meter dan dinding penahan tanggul sepanjang 112 meter lebih.

Temuan tersebut juga sudah dilaporkan ke tim dinas yang ikut dalam rombongan pansus, dan pihak dinas mengatakan akan segera memanggil rekanan.

“Kita sangat berharap dinas segera menyelesaikan masalah itu. namun temuan tetap akan kita laporkan dalam paripurna pansus pada September mendatang,” jelasnya.

Selain itu Pansus menyarankan ke depan Pemerintah Aceh fokus dan mengutamakan pembebasan lahan serta rehab jaringan irigasi DI Jamuan I.

Baca juga :DPR Sebut RUU HIP Tak Dipakai Lagi Usai Diganti RUU BPIP

Pansus V DPRA berjumlah 12 orang, masing-masing Tarmizi Panyang (Koordinator I), Tantawi (Koordinator II), Ridwan Yunus (koordintor III). Sedangkan anggota masing-masing Ismail A Jalil, Saiful Bahri (Pon Yaya), Mawardi, Muslim Syamsuddin, Nuraini Maida, Sofyan Puteh, F Rozi, Armiyadi dan Mukhtar Daud.

Untuk diketahui, total anggaran Otsus tahun 2019 untuk Kota Lhokseumawe Rp 72 miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Aceh Utara mencapai Rp 134 miliar lebih.

Rubrik       : Parlementaria

Pos terkait