Alibaba Cloud Bangun Data Scrubbing Center, Menkominfo: Ikuti Aturan Hukum Indonesia

  • Whatsapp
Alibaba Cloud Bangun Data Scrubbing Center, Menkominfo: Ikuti Aturan Hukum Indonesia
Menteri Kominfo Johnny G. Plate saat memberikan keterangan kepada pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (28 Februari 2020). | Foto: Setkab/Rakhmat

INFONANGGROE.com – Alibaba Cloud Indonesia mulai membangun pusat data (data center) ketiga dan data scrubbing center pertama di Indonesia. Pembangunan keduanya ditargetkan bisa selesai awal 2021.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta agar proses pengelolaan data dapat dilakukan selaras dengan prinsip-prinsip pengelolaan data pemerintah Indonesia, yakni prinsip yang sah secara hukum, patut, dan transparan.

Prinsip-prinsip ini, lanjut Johnny, secara konsisten telah disampaikan di berbagai forum internasional, seperti International Telecommunication Union (ITU), World Economic Forum, G20 Digital Economy Taskforce di ITF Forum, dan Asian China Year on Digital Economy yang berlangsung beberapa bulan terakhir ini.

Baca juga:
Menkominfo: Lindungi Data Pribadi, Jangan Sembarangan Umbar NIK

“Saya meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat sipil dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci dalam akselerasi transformasi digital, terlebih di masa pandemi COVID-19 yang turut mempercepat proses transformasi digital ini,” ujar Johnny dalam acara “Alibaba Cloud Summit 2020” yang digelar virtual, Kamis (2 Juli 2020).

Sebelumnya, pada 2018 dan 2019, penyedia cloud computing bagian dari Alibaba Group China itu telah membangun pusat data pertama dan kedua. Setelah pusat data ketiga didirikan, Alibaba Cloud akan memiliki 64 zona ketersediaan di 21 wilayah di seluruh dunia.

Alibaba Cloud mengatakan, pembangunan Data Scrubbing Center pertama di Indonesia bertujuan membantu pelanggan Indonesia, terutama pelanggan di sektor keuangan dan game, untuk melindungi dari serangan siber.

Data Scrubbing Center akan membantu mendeteksi, menganalisis, dan menghapus volume trafik yang besar dan berbahaya tingkat Tbps untuk melindungi diri dari serangan DDoS (Distributed Denial of Service), terutama untuk bisnis yang bergerak di sektor keuangan dan game yang biasanya menjadi target serangan siber.

Baca juga:
Rapat Kerja Online dengan Menko Polhukam, Senator Aceh Tolak Pemotongan Dana Otsus Aceh 1,4 Triliun

“Saat serangan siber seperti DDoS telah tumbuh dalam intensitas dan teknologi, terutama di saat lebih banyak bisnis yang mengalihkan infrastruktur TI mereka ke cloud, layanan Anti-DDoS Alibaba Cloud dapat secara otomatis mengurangi serangan dan memperkuat keamanan aplikasi pelanggan, dan secara signifikan mengurangi ancaman serangan berbahaya,” Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen seperti dikutip dari Antaranews.com.

Pusat data baru tersebut juga akan memperkaya penawaran Alibaba Cloud untuk pelanggan lokal, menyediakan rangkaian produk dan layanan cloud yang komprehensif dari basis data, keamanan, jaringan ke pembelajaran mesin dan analisis data.

“Dengan keberadaan tiga data center di Indonesia […] kami berupaya untuk dapat menyediakan infrastruktur cloud terpercaya, aman, dan berkinerja tinggi dan tetap mematuhi peraturan lokal, termasuk persyaratan ketat dari sektor keuangan,” kata Leon.[]

Rubrik       : Inet

Pos terkait