Kelola Blok B Migas Aceh Utara, Eks Petinggi GAM; Nova Gubenur Terbaik Aceh

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Gebenur terbaik Aceh adalah Gubenur yang mampu bicara kenyataan untuk mendatangkan kesejahteraan rakyat, bukan jual janji dan hayalan demi popularitas dan politik pencitraan, karena Rakyat hidup itu butuh makan, bukan hidup di atas angan-angan dan janji-janji kosong, tegas Cutman.

Kepemimpinan Nova Iriansyah akhir-akhir ini ikut menuai banyak pujian, dan dukungan atas capaian kinerja pemerintah Aceh yang mampu peyakinan pihak pemerintah pusat (jakarta) agar Aceh bisa diberikan otoritas penuh dalam pengelolaan blok B Migas Aceh utara untuk kemandirian dan kesejahteraan seruluh rakyat Aceh. Dukungan senada juga di ungkapkan Teuku Cutman atau yang akrab di sapa Cutman, mantan eks petinggi Gerakan Aceh Merdeka wilayah regional Meulaboh Raya.

Dalam keterangan yang disampaikan via WA kepada wartawan media Infonanggroe.com, Minggu, 21 Juni 2020 Cutman sepakat dengan dukungan semua pihak atas capaian kinerja pemerintah Aceh melalui otoritas yang diberikan pemerintah pusat spaya Aceh dapat mengelola minyak dan gas bumi Blok B dikelola oleh Mobil Oil (belakangan menjadi ExxonMobil) secara mandiri sebelum kemudian pengelolaan dialihkan ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Dan melalui surat bernomor 187/13/MEM.M/2020 itu, PT PEMA diminta untuk mengajukan permohonan pengelolaan migas Blok B Aceh Utara kepada BPMA, ungkap Cutman.

“selamat atas kinerja pemerintah Aceh, setelah lebih 44 tahun lamanya, kini Aceh bisa kelola mandiri blok B Migas Aceh Utara. Alhamdulillah, dalam penantian panjang sejak tahun 1976, salah satu faktor pemicu konflik Aceh dan Jakarta adalah soalan diskriminasi dipengelolaan Sumber Daya Alam Aceh, termasuk Migas Aceh”, terang Cutman.

Di samping itu, Cutman juga menyetir sosok ideal kepemimpinan Gubenur Aceh pasca perdamaian MoU Helsinki, dibutuhkan sosok pemimpin bertindak konkrit menesejahterakan rakyat semasa menjabat di kekuasaan. Karena masyarakat saat ini bukan hidup di era konflik yang mengandalkan senjata dan otot, melainkan kecerdasan menjadi faktor penting membawa perubahan bagi kesejahteraan rakyat Aceh. Dan ini ada pada diri Gebenur Nova Iriansyah, jelas Cutman dengan sikap yang optimistik.

Diungkapkan juga dirinya menilai jika Nova Iriansyah masuk kategori opsi Gunenur terbaik untuk kondisi Aceh hari ini, dengan memiliki sejumlah pengalaman dan rekam jejak yang diakui, meskipun tidak berasa dari latar belakang Eks GAM, akan tetapi yang paling mendasar adalah cukup cakap dan memiliki kemampuan menajerial untuk memimpin Aceh dan mampu memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki. Dengan demikian, kita menilai sosok Nova Iriansyah sangat tepat mendampingi Irwandi Yusuf kala bertarung di pilkada 2017 silam. Mengingat Nova juga telah banyak belajar tentang kelebihan Irwandi Yusuf sebelum memilih bergabung mendaping Irwandi kala pertarung pilkada 2017 silam. Kesimpulan saya, “Gebenur terbaik Aceh adalah Gubenur yang mampu bicara kenyataan untuk mendatangkan kesejahteraan rakyat, bukan jual janji dan hayalan demi popularitas dan politik pencitraan, karena Rakyat hidup itu butuh makan, bukan hidup di atas angan-angan dan janji-janji kosong”, tegas Cutman.

Di sini kita mengajak semua pihak mendukung kerja pemerintah meskipun berbeda afiliasi politik,, tapi yang positif harus kita dukung untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh. Mari kita fokus pada pembangunan dan hentikan perkara politik kepentingan, supaya rakyat Aceh semakin cerdas atas sikap elit yang bisa menempatkan diri kapan kalanya bertarung dan kapan pula kalanya membangun?, tutup Cutman yang juga merupakan salah satu pendiri partai Lokal Aceh yaitu Partai Nasional Aceh besutan Irwandi Yusuf mantan Gubenur Aceh.

Rubrik       : Nanggroe
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait