Meulaboh, INFONANGGROE.com – HMI Cabang Meulaboh upacara bendera dalam memperingati hari pahlawan yang di adakan lansung di makam Pocut Baren, Kecamatan Sungai Mas, DesaTungkop pagi tadi. Selasa, 10 November 2020.
Tidak mengurangi rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Aceh Barat adakah upacara bendera untuk memperingati hari pahlawan. Kegiatan ini juga dihadiri beberapa lembaga Mahasiswa antara lain, IPELMAWAR, IPELMAJA serta didampingi lansung oleh Baminsa setempat, Tuha Peut dan Aparat Gampong.
Baca juga:
Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik dan Sekdes di Aceh Besar Terancam 20 Tahun Penjara
Demikian informasi yang dikonfirmasi kepada wartawan Infonanggroe.com oleh Abdullah selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan “Kegiatan upacara bendera hari pahlawan diadakan HMI cabang Meulaboh dalam memperingati hari pahlawan, adapun kegiatan ini diadakan dengan beberapa agenda antara lain upacara bendera, bersih-bersih makam dan do’a bersama”.
Ketua Formatur HMI Cabang Meulaboh Jumiadi mengatakan “dalam memperingati hari pahlawan ini kita sama-sama melakukan beberapa kegiatan guna untuk mengingat kembali sejarah dari pada pejuang-pejuang Indonesia yang berasal dari Aceh” ujarnya.
“Demikian diadakan kegiatan ini untuk mengingat kembali sejarah pahlawan Aceh untuk Indonesia yakni Pocut Baren yang hampir hilang dari sejarah pahlawan. Hal ini dikarenakan minimnya perhatian pemerintah Aceh terhadap sejarah pahlawan Indonesia khususnya Aceh”.
Baca juga:
Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik dan Sekdes di Aceh Besar Terancam 20 Tahun Penjara
“Sama-sama kita ketahui bersama bahwasanya Pocut Baren ini merupakan pahlawan dari Aceh yang telah berjasa untuk Indonesia namun belum dikenal secara luas, Pocut Baren yang dulunya dikenal sebagai pimpinan kerajaan Tungkop telah berhasil mengusir dari penjajah Belanda bersama-sama dengan Pahlawan lainnya antara lain Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar. kita berharap dengan adanya kegiatan ini perintah Aceh khususnya Indonesia dapat melihat kembali dari sejarah-sejarah kepahlawanan dari setiap daerah yang telah berjasa dalam kemerdekaan” Tutup Jumiadi.
Kepala Desa Tungkop Zainal Abidin juga menambahkan “kami sudah mencoba untuk menginformasikan kepada pemerintah Daerah, masyarakat maupun wisatawan lokal lainnya tentang sejarah Pocut Baren ini, namun fikback dalam penyampaian kami tidak pernah di indahkan, kami berharap kepada pemerintah Indonesia khususnya Aceh lebih jeli lagi dalam melihat sejarah-sejarah di Aceh khususnya dalam kepahlawanan yang telah bersusah payah memperjuangkan Indonesia”.
“Sampai saat ini makam Pocut Baren hampir saja dilupakan sebab dari sisi pembangunan yang mulai busuk dan menua, harapan ini dimaksud pemerintah lebih spesifik dalam memperhatikan sejarah pahlawan Aceh untuk Indonesia” Tutupnya.






