INFONANGGROE.COM – Dua rumah toko (ruko) di Gampong Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, digerebek polisi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Bangunan yang berada di pinggir jalan provinsi Beureunuen-Kembang Tanjong itu diduga digunakan sebagai tempat produksi narkotika jenis sabu.
Hingga Kamis (22/10/2026), aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi. Sejumlah personel bersenjata laras panjang dan polisi berpakaian preman terlihat berjaga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Kedua ruko tersebut juga telah dipasangi garis polisi.
Selain dua ruko utama, terdapat dua bangunan di bagian belakang yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi sabu tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan, polisi diduga mengamankan sabu dengan berat mencapai 500 kilogram dari lokasi penggerebekan. Namun, jumlah barang bukti tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. Hingga kini, belum diketahui secara pasti berapa banyak barang bukti yang disita maupun siapa saja yang diamankan.
Lokasi penggerebekan berada di sisi kanan jalan dari arah Beureunuen menuju Kembang Tanjong, sekitar 15 kilometer dari Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie.
Di tengah penjagaan ketat, aktivitas pembersihan dan persiapan juga terlihat di sekitar lokasi menjelang kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Seorang sumber kepolisian pada Kamis (22/10/2026) menyampaikan bahwa Kapolri dijadwalkan mengunjungi lokasi tersebut pada Jumat (23/10/2026).
Terkait rencana kunjungan dan agenda konferensi pers, sumber kepolisian tersebut mengatakan, “Jumat (23/10/2026), besok, insya Allah Pak Kapolri akan datang ke lokasi, sekaligus menggelar konferensi pers,” kata sumber tersebut, dikutip dari serambinews.
Melalui konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, informasi lebih lanjut mengenai dugaan pabrik sabu tersebut diharapkan dapat terungkap, termasuk kepastian jumlah barang bukti dan pihak-pihak yang diamankan.
Hingga berita ini ditulis, keterangan resmi kepolisian mengenai pengungkapan dugaan tempat produksi sabu tersebut masih dinantikan.





