INFONANGGROE.COM – Nasib empat anak yang ditinggalkan Lu’lu Atunni’mah (38), seorang ibu rumah tangga yang meninggal dunia saat mengendarai sepeda motor sambil memboncengkan anaknya untuk berobat, menjadi perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ponorogo.
Dinsos memastikan keempat anak tersebut telah dikembalikan kepada keluarga. Untuk penanganan selanjutnya, pemerintah akan menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan dan keputusan keluarga terkait pola pengasuhan anak-anak tersebut.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Ponorogo, Erni Prasetianingsih, menegaskan pihaknya siap mengikuti keputusan keluarga dalam menentukan langkah terbaik bagi keempat anak itu.
“Nasib empat orang dikembalikan kepada keluarganya. Keluarganya menghendaki seperti apa? Dinsos akan melayani sesuai dengan apa yang diharapkan dari keluarga,” kata Erni, Selasa (20/10/2026), dikutip dari detikjatim.
Keempat anak tersebut kini berada dalam pengasuhan keluarga. Tiga di antaranya diketahui sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren, sementara satu anak lainnya masih berusia sekitar empat tahun.
Sebelumnya, Lu’lu Atunni’mah, warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban hendak berobat ke bidan di Desa Gombang.
Kapolsek Slahung AKP Pitoyo menjelaskan, korban sempat menghentikan sepeda motornya di depan Puskesmas Slahung setelah melakukan perjalanan. Saat itu, korban mendadak berhenti dan kehilangan kesadaran.
“Awalnya korban ini katanya mau berobat ke bidan di Desa Gombang. Namun, saat sampai di utara Polsek Slahung, tepatnya di depan Puskesmas, korban tiba-tiba berhenti,” ujar Pitoyo, Selasa (20/10/2026).
Petugas medis yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi korban untuk memberikan pertolongan. Namun, nyawa Lu’lu tidak berhasil diselamatkan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit lambung.
Kepergian Lu’lu meninggalkan empat anak yang masih membutuhkan pendampingan. Dinsos Ponorogo pun menyatakan siap memberikan pelayanan sesuai kebutuhan keluarga dalam menentukan pengasuhan dan penanganan anak-anak tersebut ke depan.





