Beratapkan Rumbia dan Spanduk Bekas, Satu Keluarga Bertahan di Gubuk Reyot di Seulimeum

Beratapkan Rumbia dan Spanduk Bekas, Satu Keluarga Bertahan di Gubuk Reyot di Seulimeum
BERKUNJUNG - TP PKK Kecamatan Seulimeum menyalurkan bantuan kepada keluarga Muslem yang tinggal di gubuk sederhana di Gampong Iboih Tunong, Kecamatan Seulimeum, Rabu (16/9/2026).

INFONANGGROE.COM – Kondisi memprihatinkan dialami Muslem bersama istri dan tiga anaknya di Gampong Iboih Tunong, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar. Selama bertahun-tahun, keluarga ini bertahan hidup di sebuah gubuk berukuran sekitar 2×3 meter yang jauh dari kata layak.

Bangunan sederhana itu hanya berdinding papan bekas yang memiliki banyak celah. Sementara bagian atapnya menggunakan rumbia dan spanduk bekas. Di tempat itulah Muslem, istrinya Mulyani, dan ketiga anak mereka menjalani kehidupan sehari-hari sekaligus beristirahat.

Bacaan Lainnya

Saat hujan turun, kondisi gubuk semakin memprihatinkan. Air masuk melalui bagian atap dan dinding yang bocor sehingga keluarga tersebut harus menampung air agar tidak menggenangi tempat tinggal mereka.

Gubuk tersebut berdiri di atas tanah milik saudara Muslem. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini tidak memiliki pilihan selain bertahan di tempat tinggal seadanya.

Muslem sehari-hari bekerja sebagai petani di lahan milik orang lain. Penghasilan yang terbatas membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Kondisi ekonomi tersebut bahkan membuat anak keduanya yang kini berusia 10 tahun terpaksa berhenti sekolah. Sementara anak pertama masih melanjutkan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kondisi keluarga Muslem terungkap setelah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Seulimeum, Evi Maidasari SE, mengunjungi kediaman mereka dalam rangka penyaluran bantuan untuk masyarakat miskin ekstrem pada Rabu (16/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, bantuan kebutuhan pokok diserahkan kepada keluarga Muslem. Bantuan itu berupa beras, minyak goreng, gula, dan telur.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari program PKK untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus melihat secara langsung kondisi warga di wilayah Kecamatan Seulimeum.

“Iya, dalam rangka pelaksanaan program PKK, kita melihat langsung kondisi masyarakat kita yang masih dalam kondisi perlu mendapatkan perhatian bersama,” kata Evi saat dikonfirmasi Serambi, Kamis (17/9/2026), dikutip dari serambinews.

Evi berharap perhatian terhadap masyarakat kurang mampu dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama berbagai pihak. Dengan demikian, keluarga yang masih berada dalam kondisi sulit bisa mendapatkan dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kondisi keluarga Muslem juga dibenarkan Keuchik Gampong Iboih Tunong, Amri. Kepada Serambi, Amri mengatakan keluarga tersebut sebelumnya tinggal di Kecamatan Lembah Seulawah sebelum pindah ke Gampong Iboih Tunong sekitar dua tahun terakhir.

Menurut Amri, Muslem merupakan warga yang lahir di Gampong Iboih Tunong. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai petani di lahan milik desa.

“Beliau bertani sehari-hari di lahan desa. Kita tidak ambil sewa,” ucapnya.

Pihak desa, kata Amri, juga selama ini tetap memberikan bantuan sosial kepada Muslem dan keluarganya. Bantuan yang diterima di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Bantuan baik BLT atau PKH selalu diberikan kepada beliau. Dan kondisi mereka memang jauh dari kata layak,” jelasnya.

Pos terkait