Instagram dan Facebook Terapkan Aturan Baru untuk Remaja, Akankah Berlaku di Indonesia?

Instagram dan Facebook Terapkan Aturan Baru untuk Remaja, Akankah Berlaku di Indonesia?
Instagram Bakal Berubah Besar untuk Remaja, Indonesia Kebagian? Foto: Getty Images

INFONANGGROE.COM – Meta mulai menerapkan serangkaian perubahan besar pada Instagram dan Facebook untuk pengguna remaja di Amerika Serikat setelah mencapai settlement senilai USD 18 miliar terkait isu keselamatan anak di media sosial. Kebijakan baru tersebut memicu perhatian regulator di berbagai negara karena dinilai dapat menjadi standar baru perlindungan pengguna muda.

Dikutip dari detikinet, perubahan tersebut mencakup pembatasan durasi penggunaan harian, akses pada malam hari, pengurangan notifikasi, kontrol orang tua yang lebih ketat, peningkatan sistem verifikasi usia, hingga penyesuaian rekomendasi konten. Meski menyetujui settlement, Meta tetap membantah telah melakukan kesalahan dalam perkara tersebut.

Bacaan Lainnya

Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah pembatasan penggunaan gabungan Instagram dan Facebook bagi remaja hingga sekitar dua jam per hari. Selain itu, akses pada tengah malam hingga pagi akan dibatasi dan notifikasi selama jam sekolah dikurangi untuk meminimalkan gangguan.

Meta juga memperkuat perlindungan terhadap rekomendasi konten bagi pengguna muda. Perusahaan diwajibkan menyediakan opsi feed yang tidak dipersonalisasi sekaligus meningkatkan sistem age assurance agar akun remaja lebih sulit menyamarkan usia.

Korea Selatan Minta Berlaku Global

Perubahan yang diterapkan di Amerika Serikat segera mendapat perhatian regulator di negara lain. Korea Media and Communications Commission (KMCC) meminta Meta memperluas perlindungan tersebut ke seluruh dunia, tidak hanya untuk pengguna di AS.

Regulator Korea Selatan menilai kebijakan baru itu membuktikan Meta memiliki kemampuan teknis untuk mengurangi risiko media sosial terhadap anak dan remaja.

Saat ini, Korea Selatan juga tengah membahas sejumlah rancangan aturan mengenai perlindungan anak di media sosial. Beberapa usulan di antaranya mencakup pembatasan penggunaan berdasarkan usia serta pengurangan fitur algoritmik bagi pengguna remaja.

Bagaimana dengan Indonesia?

Perkembangan tersebut dinilai relevan bagi Indonesia yang juga sedang memperkuat upaya perlindungan anak di ruang digital. Namun hingga kini belum ada pengumuman bahwa seluruh ketentuan dalam settlement Meta di Amerika Serikat akan otomatis diberlakukan bagi pengguna Instagram dan Facebook di Indonesia.

Apabila tekanan dari regulator di Asia dan negara lain terus meningkat, bukan tidak mungkin Meta akan memperluas standar perlindungan remaja ke lebih banyak negara.

Meski demikian, kebijakan baru tersebut masih menuai kritik. Mantan petinggi keselamatan Meta, Arturo Bejar, menilai kesepakatan itu belum menyentuh persoalan mendasar terkait pengaruh algoritma Instagram terhadap pengguna muda.

Dengan demikian, perdebatan mengenai bagaimana Instagram, Facebook, dan platform media sosial lain seharusnya melindungi pengguna remaja diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Pos terkait