INFONANGGROE.COM – Keputusan mengejutkan datang dari Tanzania. Wakil Presiden Emmanuel Nchimbi secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan wakil presiden, menjadikannya sebagai pejabat pertama dalam sejarah Afrika Timur yang mundur dari posisi tersebut.
Berdasarkan laporan BBC International yang dikutip dari penanews, Sabtu (29/8/2026), Nchimbi mengumumkan pengunduran dirinya melalui surat singkat yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataan itu, ia menyebut keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap keinginan Presiden Samia Suluhu Hassan. Langkah tersebut kemudian dikonfirmasi oleh pihak kepresidenan serta sumber dari kantor wakil presiden.
Nchimbi yang berusia 54 tahun menyatakan akan pensiun dari kehidupan publik pada akhir pekan depan, kurang dari 10 bulan setelah dilantik sebagai wakil presiden. Pengunduran dirinya menjadi peristiwa bersejarah karena belum pernah terjadi sebelumnya di Tanzania maupun kawasan Afrika Timur.
Ia merupakan pasangan Presiden Samia Suluhu Hassan dalam pemilihan presiden yang berlangsung pada Oktober tahun lalu. Pemilu tersebut menuai kontroversi dan diikuti kerusuhan pascapemungutan suara yang menurut hasil penyelidikan resmi menewaskan sedikitnya 500 orang.
Partai-partai oposisi bersama kelompok hak asasi manusia menuduh aparat keamanan melakukan tindakan represif terhadap demonstran anti-pemerintah selama gelombang protes berlangsung.
Dalam surat pengunduran dirinya, Nchimbi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah meyakini Presiden Samia menginginkan perubahan di posisi wakil presiden.
“Saya telah yakin, tanpa keraguan, bahwa presiden menginginkan perubahan, dan karena itu saya telah memutuskan untuk memenuhi janji saya.”
Pernyataan itu merujuk pada komitmen yang pernah ia sampaikan kepada Presiden Samia bahwa dirinya siap mundur apabila presiden menghendaki sosok wakil presiden yang baru.
Nchimbi juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Samia, Partai Chama Cha Mapinduzi (CCM), serta masyarakat Tanzania atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama dirinya menjabat.
Ia menegaskan pengunduran dirinya dilakukan sesuai dengan ketentuan konstitusi Tanzania dan menyatakan akan tetap mengabdi sebagai warga negara yang baik.
Beberapa pekan sebelum mengundurkan diri, Nchimbi sempat melontarkan sejumlah pernyataan yang memicu perhatian publik dan memunculkan spekulasi mengenai hubungan yang kurang harmonis dengan Presiden Samia.
Salah satunya terjadi pada bulan lalu ketika ia menyerukan pentingnya memperjuangkan konstitusi baru sebelum 2030. Menurutnya, pembaruan konstitusi diperlukan untuk mengatasi ketidakadilan, memperkuat perlindungan hak asasi manusia, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta memperkuat demokrasi di Tanzania.
Sebelum menjabat wakil presiden, Nchimbi merupakan Sekretaris Jenderal CCM. Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan, di antaranya Menteri Informasi, Menteri Dalam Negeri, serta Duta Besar Tanzania untuk Brasil dan Mesir.






