Penyebab Banjir Bandang Nepal yang Tewaskan Ratusan Orang

Penyebab Banjir Bandang Nepal yang Tewaskan Ratusan Orang
Banjir bandang yang melanda wilayah Nepal sejak Rabu (26/8) menewaskan lebih dari 150 orang. (SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)

INFONANGGROE.COM – Bencana banjir bandang yang menerjang Nepal sejak Rabu (26/8) telah menelan ratusan korban jiwa. Berdasarkan pembaruan data dari otoritas setempat, tercatat sedikitnya 157 orang meninggal dunia, 75 orang mengalami luka-luka, dan 384 warga lainnya masih dilaporkan hilang.

Bencana mematikan ini berawal dari pergerakan material ekstrem di kawasan Pegunungan Himalaya. Menurut para ahli geofisika, telah terjadi fenomena geofisika berskala masif yang memicu gelombang air bah secara mendadak hingga ke pemukiman di kaki gunung.

Goran Ekstrom, pakar geofisika dari Earth Observatory Universitas Columbia, dikutip dari CNNIndonesia menjelaskan bahwa material tanah longsor berukuran raksasa runtuh di celah pegunungan pada siang hari dan meruntuhkan bagian gletser di Himalaya. Runtuhan batu dan es tersebut melepaskan energi luar biasa besar yang meningkatkan suhu secara instan hingga mencairkan gletser di sekitarnya.

Dahsyatnya hempasan material tersebut bahkan terdeteksi oleh jaringan seismograf global sebagai getaran setara gempa bumi bermagnitudo 5,2. Runtuhan ini menghasilkan campuran air, es, serta puing reruntuhan yang meluncur deras menerjang kawasan lembah.

Aliran banjir bandang tersebut diperkirakan menerjang dengan kecepatan hingga 44 mil per jam (sekitar 70 km/jam) dan ketinggian permukaan air yang melonjak drastis hingga mencapai 39 sampai 48 meter.

Meski peristiwa alam di Himalaya bukan yang pertama kali terjadi, intensitas lonjakan longsor di wilayah pegunungan kini kian mengkhawatirkan. Ekstrom menambahkan bahwa fenomena mencairnya gletser yang makin sering terjadi berkaitan erat dengan tren perubahan iklim global, yang pada akhirnya memperparah dampak bencana alam seperti ini.

Pos terkait