INFONANGGROE.COM – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan dan Sidang MPR, DPR, DPR RI, di Senayan, Jakarta, pada jumat (14/9/2026) viral di berbagai platform media sosial.
Dalam Pidato Presiden Prabowo Subianto dia memperkenalkan seorang buruh harian asal Bogor, Jawa Barat, yang bernama Susanah. Susanah salah satu penerima bantuan program keluarga harapan (PKH).
Prabowo memperkenalkan Susanah kepada ratusan anggota DPR RI sebagai buruh harian pengupas bawang yang di sebut mendapatkan upah sebesar 700 ribu per kilogram.
“hari ini, hadir bersama kita ibu Susanah dari Kabupaten Bogor, ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram. program keluarga harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anaknya,” ujar prabowo, dikutip dari kompas.
Namun, realitas beda dengan potret buruh pengupas bawang di Suka Bumi, Jawa Barat.
“buruh pengupas bawang di pasar Tipar Gede, Kota Suka Bumi, mengaku hanya mendapatkan bayaran Rp 10.000 untuk satu karungnya. Hal ini dialami langsung oleh Yeyet,” dikutip dari kompas.
Yeyet mendapat bayaran itu, ketika sudah selesai memisahkan bonggol dengan bawangnya.
Dalam setiap hari, Yeyet bisa menyelesaikan 3 hingga 4 karung bawang putih, dengan berat sekitar 20 kilogram untuk setiap karungnya.
“Satu hari kuatnya 3 atau 4 karung, dapat upahnya dihitung per karung. Satu karung itu Rp 10.000,” kata Yeyet di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (16/8/2026) pagi.
Yeyet melanjutkan, untuk setiap harinya ia bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 40.000 dari 4 karung bawang putih yang ia kupas.
Uang tersebut menjadi sumber pengharap Yeyet untuk menyambut hidupnya hari demi hari.
Namun uang yang didapatnya, Yeyet harus menyisakan uang sekitar Rp 15.000 untuk membayar ojek dan angkutan kota sebagai tranportasi ia berangkat menjadi buruh kupas bawang putih.
““Upahnya nanti suka buat ongkos kesini, bayar ojek 10 ribu terus naik angkot R 5.000. Alhamdulillah sisanya mah suka dibelikan beras 2 liter mah,” jelas Yeyet.
Yeyet mengaku sudah sejak lama ia menjadi buruh kupas bawang putih, saat itu dirinya baru memiliki 3 anak dan mulai memasuki profesi tersebut, hingga kini ibu berasal dari Selajambe, Cisaat, Kabupaten Kota Bumi, tersebut telah memiliki 8 anak.
Selain itu, Yeyet juga sangat berminat jika ada buruh pengupas bawang dengan bayaran tersebut.
“Nya duka teu terang si Umi mah, meureun hoyang meureun. da sakieu (satu karung) Rp 10.000 upahnya, (ya gak tahu ibu mah, mungkin mau (dapat upah Rp 700.000), di sini satu karung Rp 10.000 upahnya),” pungkas Yeyet.






