Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Status Bencana Nasional Ditetapkan

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Status Bencana Nasional Ditetapkan
Seorang warga berjalan di dekat bangunan yang roboh setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Kolombia, menewaskan setidaknya 18 orang dan menyebabkan kerusakan di Pereira, Kolombia, Senin (10/8/2026). ANTARA/Anadolu Agency/Alexis Munera/aa.

INFONANGGROE.COM — Bencana gempa bumi dahsyat berskala magnitudo 7,4 menerjang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8). Peristiwa fatal yang memicu kehancuran infrastruktur massal serta operasi penyelamatan besar-besaran ini telah menelan sedikitnya 111 korban jiwa dan melukai 87 warga lainnya.

Guna mempercepat penyaluran bantuan serta penanganan darurat secara terpadu, Pemerintah Kolombia resmi menetapkan status bencana nasional.

Bacaan Lainnya

“Negara hadir dan mengambil tindakan,” tegas Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella saat menginstruksikan pembentukan Pos Komando Terpadu guna memimpin langsung aksi tanggap darurat, dikutip dari antara.

Presiden De La Espriella merincikan bahwa guncangan hebat tersebut mengakibatkan kerusakan pada 1.575 rumah—37 di antaranya hancur lebur. Selain itu, sebanyak 61 bangunan runtuh, serta puluhan fasilitas publik terdampak, meliputi 18 pusat kesehatan, 52 sekolah, 17 pusat kegiatan masyarakat, hingga 18 titik jalan rusak.

Berdasarkan data dari Survei Geologi AS (USGS), titik pusat gempa berada di kedalaman 107 kilometer, sekitar 5 kilometer sebelah timur San Jose del Palmar, wilayah Choco. Gempa utama meletus pada pukul 12.34 GMT (19.34 WIB), yang kemudian disusul gempa susulan berkekuatan M 5,0 sekitar 44 menit setelahnya.

Kendati memicu kepanikan luar biasa, Sistem Peringatan Tsunami AS maupun otoritas setempat mengonfirmasi bahwa guncangan ini tidak menimbulkan ancaman tsunami di pesisir Pasifik Kolombia, wilayah Kanada (British Columbia), maupun beberapa negara bagian AS seperti California dan Alaska.

Rincian Korban dan Kerusakan di Berbagai Wilayah

Berdasarkan laporan Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia (Asocapitales), sebaran korban tewas tercatat di beberapa wilayah utama, antara lain 40 jiwa di Risaralda, 27 di Valle del Cauca, serta 4 di Choco.

Secara spesifik, pimpinan daerah menyampaikan kondisi terkini di wilayah masing-masing:

  • Pereira: Wali Kota Mauricio Salazar mengonfirmasi sedikitnya 18 warga tewas.

  • Valle del Cauca: Gubernur Dillian Francisca melaporkan 27 korban meninggal dunia.

  • Choco: Gubernur Nubia Carolina Cordoba-Curi menyebutkan 4 orang tewas dan 69 luka-luka. Ibu kota wilayah ini, Quibdo, menderita kerusakan bangunan amat parah hingga menjebak sejumlah warga.

  • Manizales: Wali Kota Jorge Eduardo Rojas mengonfirmasi 2 kematian dan kerusakan pada lebih dari 32 bangunan. Aktivitas pendidikan di kota ini dihentikan total akibat adanya insiden kebocoran gas serta gangguan arus listrik. Menara katedral ikonik kota pun dilaporkan miring akibat kegagalan struktur.

  • Cali: Wali Kota Alejandro Eder mengonfirmasi runtuhnya sedikitnya 20 bangunan dengan warga yang terperangkap di dalamnya.

Lumpuhnya Akses Transportasi dan Dampak Regional

Aktivitas penerbangan turut terdampak hebat. Otoritas penerbangan sipil Kolombia menutup operasional sejumlah bandara penting, termasuk Bandara Alfonso Bonila Aragon di Cali akibat kerusakan bangunan, serta Bandara Popayan yang terganggu oleh paparan abu vulkanik Gunung Purace pasca-gempa. Sejumlah terminal udara lain di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura juga dihentikan sementara demi pemeriksaan struktur.

Di sektor jalan raya, Badan Infrastruktur Nasional menutup sementara Terowongan Sumapaz dan Jembatan Mariano Ospina untuk evaluasi teknis.

Sementara itu di Bogota, meskipun sirene darurat meraung dan memaksa ribuan warga mengevakuasi diri ke jalanan, Wali Kota Carlos Fernando Galan memastikan ibu kota tidak mengalami kerusakan struktural berat. Pihaknya bahkan telah mengerahkan 100 personel tanggap darurat untuk membantu wilayah terdampak terparah.

Dahsyatnya gempa yang dinilai para ahli sebagai salah satu yang terkuat dalam abad ini di Kolombia juga terasa hingga ke negara tetangga seperti Ekuador dan Panama.

Atas peristiwa ini, dukungan internasional mulai mengalir. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pihak pemerintah Amerika Serikat terus memantau situasi dengan saksama dan siap mengulurkan bantuan bagi rakyat Kolombia.

Pos terkait