Teror Kera di Inhil Terjadi 18 Kali, Ada Korban 2 Kali Diserang

Teror Kera di Inhil Terjadi 18 Kali, Ada Korban 2 Kali Diserang
Foto: Kera Ekor Panjang yang menyerang belasan warga Inhil telah diamankan. (dok. Istimewa)

INFONANGGROE.COM – Warga Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kini bisa bernapas lega setelah teror kera ekor panjang yang meresahkan berhasil dihentikan oleh pihak berwenang. Hewan liar tersebut tercatat telah melancarkan 18 kali penyerangan yang menyasar belasan warga setempat.

Kapolres Inhil, AKBP Donny Eko Listianto, menjelaskan bahwa dari total belasan korban, ada satu warga yang bahkan mengalami dua kali serangan.

“Itu serangannya 18 kali serangan, korbannya 17, karena ada satu orang yang diserang dua kali. Serangan awal 23 Juli, tapi kemarin siang sudah kita amankan,” jelas AKBP Donny pada Jumat (7/8/2026), dikutip dari detiknews.

Berdasarkan data di lapangan, kera tersebut beraksi secara acak dari tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2026. Serangan terjadi baik di dalam maupun di area luar rumah. Hewan ini kerap mengincar warga yang sedang lengah, seperti saat sedang tidur, makan, bermain, atau melakukan rutinitas harian. Kelompok yang paling banyak menjadi korban dari keganasan primata ini adalah kalangan lanjut usia (lansia) serta anak-anak di bawah umur.

Agresivitas kera terpantau memiliki pola waktu tertentu. Serangan paling sering terjadi pada pagi hari pukul 08.00 dan 09.00 WIB, siang hari pukul 13.00 WIB, serta menjelang sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Pihak kepolisian memastikan bahwa teror ini dilakukan oleh satu ekor kera tunggal, bukan kelompok atau kawanan. Setelah kera tersebut masuk ke dalam perangkap yang dipasang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), situasi kembali aman dan tidak ada lagi laporan penyerangan dari warga.

AKBP Donny sangat yakin bahwa kera yang tertangkap adalah pelaku utama yang selama ini dicari. Hal ini dikonfirmasi dari kesamaan ukuran serta ciri-ciri fisik yang dilaporkan oleh para saksi dan korban. Kera tersebut menunjukkan gelagat yang sangat liar, beringas, serta memiliki taring yang panjang dan tajam. Selain itu, petugas juga tidak menemukan adanya kawanan kera lain yang berkeliaran di sekitar lokasi penangkapan.

Pos terkait