Irwandi Yusuf Tekankan Konsolidasi, Kongres II PNA Digelar Awal Agustus 2026

Irwandi Yusuf Tekankan Konsolidasi, Kongres II PNA Digelar Awal Agustus 2026

BANDA ACEH – Partai Nanggroe Aceh (PNA) memasuki tahapan penting dalam regenerasi dan konsolidasi organisasi. Menindaklanjuti amanat Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PNA resmi menetapkan pelaksanaan Kongres II yang direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Kepastian jadwal ini merupakan hasil dari keputusan strategis yang diambil dalam rapat koordinasi antara Ketua Umum DPP PNA bersama para Ketua Dewan Pengurus Wilayah se-Aceh, yang digelar pada Rabu (22/7/2026) di salah satu kafe di Banda Aceh. Rapat tersebut berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting bagi masa depan partai.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum DPP PNA, Irwandi Yusuf, menegaskan bahwa seluruh proses kepemimpinan partai harus berjalan sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku. Hal ini merujuk pada Surat Keputusan Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh Nomor 12/MTP-PNA/A/Kpts/K-S/IV/2022 tertanggal 21 April 2022, yang secara jelas memerintahkan DPP untuk menyelenggarakan Kongres II sebagai forum tertinggi partai.

“Proses ini adalah amanat organisasi yang harus kita jalankan bersama. Kami ingin memastikan bahwa seluruh tahapan berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan,” ujar Irwandi Yusuf dalam pernyataannya usai rapat.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, DPP PNA telah membentuk panitia pelaksana melalui Surat Keputusan Nomor 1.192/PNA/A/KPTS/KU-SJ/V/2025 yang ditetapkan pada 19 Mei 2025. Dalam struktur kepanitiaan, Misbahul Munir (Rahul) dipercaya untuk bertindak sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan kongres.

Rahul menyatakan kesiapannya untuk segera bergerak menyusun persiapan teknis agar Kongres II dapat berlangsung sukses dan lancar sesuai jadwal yang telah disepakati. Ia juga mengimbau seluruh kader dan simpatisan PNA untuk mendukung kelancaran agenda akbar partai tersebut.

“Dengan semangat kebersamaan, kita akan persiapkan segalanya dengan matang. Kongres ini bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tapi juga tentang penguatan visi PNA untuk masa depan Aceh yang lebih baik,” pungkas Rahul.

Kongres II PNA menjadi peristiwa politik penting yang dinantikan, tidak hanya oleh internal partai, tetapi juga publik Aceh, sebagai bagian dari dinamika demokrasi di daerah tersebut. PNA berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan persatuan di tengah proses suksesi kepemimpinan ini.

Pos terkait