Marc Marquez Akui Ducati Tertinggal, Sebut Aprilia dan Bezzecchi Kian Tangguh

Foto: REUTERS/Jerome Miron

INFONANGGROE.COM – Juara dunia bertahan, Marc Marquez, mengakui bahwa dirinya dan Ducati tengah kesulitan menghadapi awal musim MotoGP 2026. Meski belum mampu menembus podium di tiga balapan utama pembuka, pembalap asal Spanyol itu menepis anggapan bahwa performa motor Desmosedici GP26 miliknya menurun dibandingkan musim lalu.

Hingga seri ketiga, Marquez tercatat belum sekalipun mencicipi podium pada balapan hari Minggu. Setelah gagal finis di seri pembuka GP Thailand, pembalap berjuluk The Baby Alien itu hanya mampu menyudahi balapan di posisi keempat dan kelima pada GP Brasil serta GP Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Hasil yang sedikit menghibur justru datang dari sesi Sprint Race. Marquez sukses menjadi runner-up di Thailand dan meraih podium tertinggi di Brasil. Namun, performa tersebut belum cukup untuk membendung dominasi duo Aprilia yang tampil perkasa musim ini.

Dominasi Aprilia dan Ancaman KTM

Saat ini, Marco Bezzecchi menjadi sosok yang paling ditakuti setelah menyapu bersih kemenangan di setiap balapan utama. Pembalap Aprilia itu memimpin klasemen dengan koleksi 81 poin, disusul rekan setimnya, Jorge Martin, yang menempel ketat dengan 77 poin.

Tak hanya Aprilia, kejutan juga datang dari Pedro Acosta. Pembalap muda yang menunggangi mesin KTM tersebut menunjukkan ketangguhan yang konsisten di tiga seri pertama. Marquez menilai kesulitan yang dialaminya bukan disebabkan oleh kegagalan pengembangan motor Ducati, melainkan karena rival-rivalnya yang melompat lebih jauh.

“Menurut saya, kami tidak lebih buruk dari tahun lalu. Tapi tim-tim lain memang tampil jauh lebih baik,” ujar Marquez sebagaimana dikutip dari situs resmi MotoGP, Rabu, 1 April 2026.

Mencari Celah Kemajuan

Pembalap bernomor motor 93 ini menekankan bahwa Ducati perlu segera menemukan solusi untuk memangkas jarak dengan Aprilia. Ia menyoroti performa luar biasa Bezzecchi dan Martin yang seolah sudah menyatu dengan motor mereka.

“Kami butuh menemukan jalan untuk melangkah maju. Ini bukan cuma perkara pabrikan, melainkan juga pembalapnya. Bezzecchi dan Martin, khususnya Bezzecchi, mereka berada dalam performa yang sangat bagus,” tutur Marquez.

Marquez juga mengakui bahwa dirinya belum mampu mengeksplorasi potensi maksimal dari GP26. Ia merasa kepercayaan diri di atas motor menjadi kunci utama untuk kembali ke barisan depan.

“Jika Anda merasa nyaman dengan motornya, Anda bisa memberi upaya lebih, lalu Anda mulai melaju lebih cepat. Saat ini, saya merasa belum membantu motor untuk memiliki laju yang lebih baik. Saya yakin masih bisa memberikan lebih banyak dari diri saya sendiri,” pungkasnya. **

Pos terkait