Banda Aceh, INFONANGGROE.com — Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh akan resmi dibuka pada Ahad (15/2/2026) di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Banda Aceh. Agenda lima tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 15–16 Februari 2026, sebagai momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan NU Aceh lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat”, forum ini menegaskan komitmen NU Aceh dalam merespons isu lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial. Tema tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi konkret yang mendorong partisipasi kolektif umat dalam menjaga kelestarian alam.
Ketua Panitia Konferwil XV, Tgk. H. Amirullah Ja’far, mengatakan seluruh persiapan telah rampung dan kegiatan akan berjalan sesuai mekanisme organisasi. “Kami memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, partisipatif, dan produktif. Konferwil ini bukan sekadar memilih kepemimpinan baru, tetapi juga merumuskan langkah strategis NU Aceh dalam menjawab tantangan umat, termasuk isu ekologis yang semakin mendesak,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Sejumlah tokoh NU, perwakilan cabang se-Aceh, serta unsur pemerintah daerah dijadwalkan hadir.
Panitia berharap Konferwil XV menjadi ruang konsolidasi yang memperkuat peran NU Aceh sebagai kekuatan keagamaan yang moderat, responsif terhadap persoalan sosial, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Tanah Rencong.
“Semangat kebersamaan dan khidmat menjadi kunci sukses Konferwil ini. Dari Banda Aceh, kami ingin melahirkan keputusan-keputusan yang maslahat bagi umat dan lingkungan,” kata Amirullah.
Dengan agenda yang padat dan isu strategis yang diangkat, Konferwil XV NU Aceh diproyeksikan menjadi salah satu forum penting dalam perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia di tingkat wilayah.






