JAKARTA, INFONANGGROE – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dedy Permadi mengungkapkan, pandemi Covid-19 turut mengubah semua aspek kehidupan di ruang digital Tanah Air.
Penggunaan teknologi informasi terkini, antara lain kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), realitas tertimbang (virtual reality/VR), dan komputasi awan (cloud computing) pun telah menjadi peluang sekaligus tantangan.
“Peluang, karena akan menjadikan sektor industri, atau bisnis lebih efisien dan produktif. Tetapi, itu juga memiliki tantangan di sektor keamanan. Indonesia sendiri sedang menjalankan transformasi digital, sehingga diharapkan bisa lebih produktif dan aman,” ungkap Dedy, dalam konferensi virtual, Selasa (24/8).
Dia menjelaskan, Kemkominfo sedang membangun sektor TIK menuju transformasi digital. Hal ini termasuk dengan mengembangkan ekosistem digital, infrastruktur digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital (digital society).
Karena itu, keamanan siber (siber security) menjadi isu utama untuk mengantisipasi dalam transformasi digital di Tanah Air. “Pemerintah juga sedang membangun Satu Data Indonesia untuk akselerasi nasional data center. Ekosistem digital Indonesia harus didukung digital skill dan literasi untuk menghindari tren cyber crime,” tutur Dedy.
Kemkominfo pun tengah menyiapkan talenta digital yang memiliki skill untuk bisa mengembangkan dan menjalankan berbagai teknologi yang sedang berkembang. Hal ini diharapkan bisa menjadi kekuatan Indonesia dalam proses transformasi digital di Indonesia.
“Kita juga sedang mengembangkan Digital Talent Scholarship (DTS) di berbagai level. Kerja sama antar-stakeholder harus dilakukan,” pungkas Dedy.






