Common Room Kembali Adakan Rural ICT CAMP 2023 Di Pulo Aceh

Konferensi Pers yang berlangsung di T Plus Cafe Banda Aceh pada Selasa 10 Oktober 2023

BANDA ACEH, INFONANGGROE – Common Room kembali mengadakan Rural ICT Camp, sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh Common Room beserta beberapa lembaga lainnya seperti Relawan TIK (RTIK) dan ICT Watch, sebagai sebuah upaya mengatasi kesenjangan digital di wilayah-wilayah terpencil Indonesia melalui peningkatan akses dan konektivitas digital.

Kegiatan Rural ICT 2023 Camp kali ini merupakan kegiatan keempat kalinya dari Common Room sejak dimulai pada tahun 2020 yang lalu. Kegiatan yang bertemakan “Desa Tangguh (Rural Resilience)” ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 11 sampai dengan 14 Oktober di 5 desa yang berlokasi di Pulau Breuh Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Bacaan Lainnya

Dalam Konferensi Pers yang berlangsung di T Plus Cafe Banda Aceh pada Selasa 10 Oktober 2023, Gustaff Harriman Iskandar, Salah satu dari founder Common Room dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pada agenda Rural ICT Camp kali ini akan berfokus 4 hal utama dalam menyeimbangkan kesenjangan digital yang dialami masyarakat rural yakni :

1. Diskusi kebijakan internet pedesaan yang membahas berbagai kebijakan dan regulasi internet pedesaan.
2. Diskusi mengenai ketahanan desa yakni membahas mengenai upaya pertahanan desa dalam menghadapi krisis wilayah pada pedesaan di negara-negara ASEAN.
3. Peningkatan teknologi dan infrastruktur internet pedesaan berbasis komunitas
4. Peningkatan pemahaman literasi digital pada masyarakat pedesaan dan terpencil.

“Ada banyak hal yang menyebabkan kesenjangan digital antara masyarakat pedesaan terhadap masyarakat urban mulai dari kurang nya fasilitas infrastruktur internet, perbedaan besaran biaya bandwith, serta pasokan listrik yang kurang merata, terutama di pedesaan-pedesaan terpencil. Maka oleh karena itu kegiatan Rural ICT Camp kali ini hadir untuk memberikan alternatif solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut,” jelasnya Direktur Common Room Gustaf.

Lanjutnya, Karena pada kegiatan-kegiatan rural camp yang sebelumnya telah dilaksanakan, kita berhasil memberikan solusi alternatif dalam mengatasi kesenjangan digital di pedesaan terpencil. terutama dalam hal infrastruktur internet, seperti pendirian menara bambu sebagai pengganti menara BTS di desa Tembok, Bali ataupun pembangunan Solar Panel sebagai alternatif energi listrik di Mata Redi, Sumba.

Kegiatan Rural ICT Camp kali ini juga didukung oleh UK International Development dan beberapa lembaga lainnya termasuk LEPA (Lembaga Ekowisata Pulo Aceh), serta juga dihadiri oleh peserta yang berasal dari 9 wilayah program Sekolah Internet Komunitas (SIK) di Indonesia, mencakup Pulo Aceh (Provinsi Aceh), Kampung Adat Ciptagelar (Jawa Barat), Kecamatan Ciracap (Jawa Barat), Desa Tembok (Kabupaten Buleleng, Bali), Desa Sukadana (Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur),Desa Mata Redi (Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Barat), Distrik Nimboran (Kabupaten Jayapura, Papua), Ketemenggungan Tae (Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat), dan Kabupaten Pulau Taliabu (Maluku Utara).

Mulyadi, selaku ketua LEPA menjelaskan bahwa penyelenggaraan Rural ICT Camp kali ini di Pulo Aceh merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan. Hal ini dikarenakan masih banyak nya desa-desa di kecamatan Pulo Aceh yang masuk dalam kategori blankspot, atau belum memiliki akses internet sama sekali.

“Pada awal-awal Covid-19, saat sekolah-sekolah diliburkan serta selanjutnya kegiatan pembelajaran diganti melalui sistem daring, ada beberapa sekolah di beberapa desa Pulo Aceh yang kesulitan dalam hal tersebut dikarenakan tidak adanya internet di tempat mereka sebagai instrumen utama dalam pelaksanaan belajar mengajar secara daring,” ucap Mulyadi dalam saat konferensi pers berlangsung.

Selain itu Mulyadi juga mengungkapkan, jika dalam pelaksanaan Rural ICT Camp kali ini, target dari pelaksanaan program yakni masyarakat pedesaan juga akan diberikan pemahaman mengenai internet dan bencana. Mulai dari penggunaan media internet sebagai media mitigasi bencana hingga pemberian pemahaman mengenai kewaspadaan terhadap kabar hoax kebencanaan melalui modul-modul yang sudah di susun oleh Common Room dan lembaga Air Putih yakni sebuah lembaga yang mendorong melek IT pada masyarakat dan menjadikannya alat untuk mewujudkan masyarakat yang kuat di Indonesia.

Rural ICT Camp 2023 sendiri akan diadakan dalam format hybrid (daring dan luring) dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, praktisi internet dan teknologi digital, serta lembaga masyarakat sipil. Kegiatan ini juga akan menampilkan diskusi panel berskala ASEAN yang difasilitasi oleh Institute for Social Entrepreneurship in Asia (ISEA), dengan tema “Peran Masyarakat dalam Memperkuat Ketangguhan Desa dalam Situasi Krisis di ASEAN”.

Bagi masyarakat yang tertarik, Common Room juga memungkinkan pendaftaran daring bagi peserta yang ingin mengikuti kegiatan Rural ICT Camp 2023. Dengan semangat “Desa Tangguh,” acara ini diharapkan dapat memberikan dorongan besar untuk meningkatkan konektivitas digital dan menyeimbangkan kesenjangan digital desa-desa di seluruh Indonesia.

Pos terkait