Warga Temui Mayat Duda Tak Bernyawa Di Pintu Rime Gayo

Jasad duda Sarimin usai dievakuasi dari jurang kecil di kebun belakang rumahnya. (Foto: ist)

INFONANGGROE – Warga Dusun Blang Lancang, Kampung Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang telah membusuk. Sontak warga yang menemukan mayat tersebut terkejut, dan melaporkannya ke Aparat Desa setempat. Minggu, (09/04/2023).

 

Bacaan Lainnya

Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, IPTU Selode Ilen menyampaikan kronologis kejadian, dimana sebelumnya salah seorang warga bernama Dayah berangkat ke kebun tepatnya di Dusun Blang Lancang Kampung Wih Porak.

Sesampai di kebun Sdr Dayah mencium aroma yang tidak enak (bau bangkai) di seputaran kebun milik Alm Sarimin.

Kemudian sekitar pukul 18:00 WIB, Sdr Dayah pulang dari kebun, dan memberitahukan kepada Sekretaris Kampung Wih Porak, Amirsam tentang adanya bau yang tidak sedap di seputaran kebun milik Sdr Sarimin.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Kampung Wih Porak menyuruh Sdr Riki dan Agus untuk mengecek kebun dan rumah Sdr Sarimin. Sesampainya di lokasi Sdr Riki dan Agus melihat adanya suatu bangkai manusia dengan kondisi yang sudah tidak utuh lagi dengan posisi telungkup.

Setelah diketahui bahwasanya mayat tersebut Sdr Sarimin, masyarakat setempat beserta personil Polsek Pintu Rime Gayo dan Personil Gabungan Polres Bener Meriah beserta Tim Basarnas Kabupaten Bener Meriah melakukan evakuasi dan melakukan olah TKP.

Lanjut, sekira pukul 01:33 WIB, Tim Gabungan telah berhasil melakukan evakuasi terhadap jenazah Sarimin yang kemudian jenazah Sarimin tersebut, dibawa ke UPTD Puskesmas Singah Mulo untuk menunggu kedatangan keluarga almarhum.

Lebih lanjut, menurut keterangan warga setempat, bahwasanya Sdr Sarimin berstatus duda dimana ia hanya tinggal seorang diri dan untuk anak sanak familinya tidak berada di Kampung Wih Porak Kecamatan Pintu Rime Gayo, melainkan tinggal di Kabupaten Aceh Tengah.

Kemudian tempat tinggal almarhum Sarimin sangat jauh dari pemukiman warga dan almarhum jarang melakukan interaksi sosial dengan masyarakat setempat. Diketahui juga almarhum Sarimin memiliki riwayat penyakit tinggi darah.

Selanjutnya, di lihat dari kondisi jenazah di TKP jenazah Sarimin ± sudah 10 hari meninggal dunia, terlihat dari kondisi jenazah sudah tidak utuh lagi dan tidak ditemukan adanya unsur-unsur kekerasan terhadap almarhum.

Menurut keterangan dari Tim yang melakukan evakuasi bahwasannya, jenazah alm Sarimin meninggal dunia akibat terpeleset di belakang rumah dan ditemukan air yang mengalir kecil dengan posisi tertelungkup.

Pada saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga dan keluarga memutuskan jenazah dibawa ke RSUD Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah untuk dilakukan pembersihan dan pengkafanan.

Pos terkait