Hanya Terima Janji Politik Setiap Periode, Salah Satu Desa di Pulo Aceh Garap Prototype Internet Berbasis Komunitas

Foto Bersama Fasilator SIK dengan Peserta dari desa lapeng turut diikuti dari ibu-ibu belajar cara membuat internet komunitas, Minggu, 18 Juli 20221. Foto. Dok SIK

ACEH BESAR, INFONANGGROE.com – Sudah bertahun-tahun kesejangan digital di rasakan masyarakat desa lapeng Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar akibat diabaikan oleh pemerintah kota Jantho serta internet hanya sebatas janji politik oleh pemangku kebijakan di Aceh Besar.

Terkait permasalah siksaan turun-temurun yang dirasakan masyarakat, BUMG Bersama Pulo Aceh dengan Common Room melaksanakan kegiatan Pengembangan dan Pemanfaat Infrastruktur Internet Berbasis Komunitas pada tanggal 16-18 Juli 2022 di desa lapeng. Senin, 19 Juli 2022.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah Internet Komunitas Erni Sulistiowati mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 16 pemuda desa lapeng dan diajarkan cara pemgembangan infrasturktur internet berbasis komunitas serta cara memanfaatkannya.

“KIta mengajarkan teman-teman di sini untuk bisa mandiri, menciptakan internet dengan alat yang sederhana untuk memutuskan kesenjangan digital yang dirasakan sudah bertahun-tahun masyarakat lapeng,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan praktek prototype internet berbasis komunitas ini semoga terciptanya SDM Unggul yang bisa menduplikasikan konsep tersebut untuk diterapkan di desa lain yang kondisinya internet sama dengan desa lapeng.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan, Andri Johandri Fasilitator pada kegiatan Sekolah Internet Komunitas didampingi Jufriadi Anggota Relawan TIK Aceh mengajarkan dasar – dasar internet serta memberi contoh cara memasang perangkat modem external outdoor di pelabuhan desa lapeng lalu menyalurkan akses internet yang stabil menggunakan kabel FO ke balai desa lapeng sebagai receiver.

“Bapak Python Indonesia tersebut turut mengajarkan pemuda-pemudi di pulo aceh dasar-dasar cara memasang kabel FO dengan tujuan pemuda desa lapeng menjadi teknisi lokal yang mandiri/unggul mampu melakukan perbaikan ketika perangkat Internet serta gangguan jaringan mengalami kendala tanpa perlu dibantu pendamping dilokasi dari Relawan TIK Aceh saat perbaikannya,” tuturnya.

Muhammad Keuchik Lapeng merasa terbantu dengan adanya konsep prototype internet ini sudah memudahkan 53 Kepala Keluarga saat berkomunikasi dengan sanak saudara di luar desa lapeng.

“Internet sudah lama diperlukan oleh masyarakat lapeng, dengan adanya Sekolah Internet Komunitas ini bisa menciptakan bibit baru dari desa kami untuk melanjutkan dan mengajarkan masyarakat tetangga yang bernasib dengan kami untuk mendirikan prototype internet seperti yang sudah kami lakukan ini,” harapnya.

Muliadi Azis, menambahkan “kegiatan sekolah internet komunitas ini adalah salah satu opsi kita untuk mengatasi kesenjangan digital di Pulo Aceh, dan kami selaku putra Pulo Aceh sangat antusias menyambut kegiatan yang bersifat “capacity building “ untuk masyarakat Pulo Aceh, tentunya kita berterima kasih banyak kepada kawan-kawan Common Room dan RTIK Aceh” imbuh Muliadi Pulo, salah satu advocator Pulo Aceh.

“Kita sebenarnya sudah sering menyuarakan aspirasi ini kepada instansi terkait tetapi belum juga terjawab, dan tentu saja kami tidak akan berhenti untuk menyuarakan aspirasi dari akar rumput” tambah mantan ketua IPPELMAPA (Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pulo Aceh).

Pos terkait