Kegiatan Turing Moge BRA Dibatalkan

  • Whatsapp
Ilustrasi Touring Moge (Foto : bikersnote)

BANDA ACEH – Event Turing Moge dari berbagai daerah di Aceh dalam rangka memperingati hari damai Aceh pada 15 Agustus mendatang mendapat kecaman dari berbagai masyarakat dan elemen sipil. Namun kabar terkini kegiatan tersebut telah dibatalkan.

Seperti dilansir anteroaceh, Pembatalan agenda yang rencananya dihadiri oleh ketua Ikatan Motor Besar Indonesia, Komjen Pol M Irawan. Akrab disapa Iwan Bule disampaikan ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Fakhrurrazi Yusuf, Rabu (12/8/2020) malam.

“Saya baru terima berita, peserta turing tidak cukup, dari Jambi tidak bisa datang, dari Sumatera Utara tidak bisa datang, semuanya itu kan harus dihitung, makanya tidak sesuai kuota peserta. Jadi acara ini dibatalkan. Saya sudah komunikasi dengan IMBI Aceh,” jelas Ketua BRA via selular.

Baca juga:
Demi Tersalurnya Hobi, Pemerintah Aceh Alihkan 305 Juta Anggaran BRA ke Tauring Moge

Ia juga langsung mengabari sekretariat BRA tentang pembatalan tersebut, agar tidak memproses penciaran dana tersebut mengingat tidak bisa dilaksanakan.

Terkait rencana itu, Fakhrurrazi juga menegaskan bukan inisiasi dari pihaknya. Namun keinginan komponen masyarakat seperti IMBI yang ingin menyemarakkan hari peringatan damai Aceh. Kemudian keinginan itu diakomodir oleh pemerintah Aceh dan anggarannya disetujui oleh TAPA.

“Berhubung kegiatan tersebut menyangkut dengan peringatan damai Aceh, maka ditaruh di sekretariat BRA. Ya kami siap melaksanakan, karena kami menilai tidak menyalahi aturan,” sebutnya.

Baca juga:
Muspika Krueng Barona Jaya Hiasi Jalan Protokol Dengan Ratusan Bendera Merah Putih

Namun demikian ia juga menyebutkan , dana yang diplot Rp 300 juta lebib tersebut hanya diperuntukkan untuk membantu kegiatan berjalan dengan baik. “Dana itu hanya untuk membantu agar acara berjalan dengan baik, hanya biaya makan dan minyak sepeda motor peserta nantinya,” katanya lagi.

Tujuan kegiatan juga sangat positif, karena menurut Fakhrurrazi sampai saat ini banyak pihak diluar Aceh masih takut ke Aceh, terutama dari sisi investasi. Masih dianggap tidak aman, dan penuh kekerasan.

Terkait berbagai kecaman kegiatan turing itu di media sosial, ia menilai wajar, karena bentuk kekecewaan masyarakat. Pihaknya juga siap mendapat kritikan, dan semuanya dianggap positif dan harus disikapi dengan bijak oleh semua pihak.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait