Kakek 74 Tahun Diduga Hamili Cucu hingga Melahirkan, Kabur Usai Kasus Terungkap

Kakek 74 Tahun Diduga Hamili Cucu hingga Melahirkan, Kabur Usai Kasus Terungkap
TEMPUH JALUR HUKUM: Keluarga korban, MR, saat ditemui di Mapolres Bangkalan Kamis (8/10). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

INFONANGGROE.COM – Kasus dugaan pencabulan terhadap remaja berusia 16 tahun di Kecamatan Galis, Bangkalan, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah korban melahirkan bayi pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 24.00. Terduga pelaku berinisial M (74), yang merupakan kakek korban dari pihak ibu, dilaporkan tidak lagi berada di rumah setelah kelahiran tersebut.

Polisi kini menyelidiki dugaan tindak pidana tersebut dengan memeriksa korban dan sejumlah saksi. Sementara itu, keberadaan terduga pelaku belum diketahui secara pasti.

Bacaan Lainnya

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban mengetahui AM telah melahirkan. MR, salah seorang anggota keluarga korban, mengaku awalnya tidak mengetahui dugaan perbuatan yang dilakukan M terhadap cucunya sendiri.

MR mengatakan, dirinya terbangun setelah diberi tahu anaknya mengenai kelahiran tersebut. Ia kemudian bergegas mendatangi rumah korban untuk memastikan kabar itu.

”Saat itu saya dibangunkan dan diberi tahu oleh anak saya kalau AM telah melahirkan,” katanya, dikutip dari radarmadura.

Setibanya di rumah, MR mendapati korban sedang berbaring bersama bayi yang baru dilahirkannya. Setelah berbicara dengan keluarga, ia baru mengetahui dugaan keterlibatan M dalam peristiwa tersebut.

”Setelah itu, saya ngobrol dengan keluarga. Ternyata yang menyetubuhi MR adalah M, kakek korban dari ibunya,” sambungnya.

Menurut MR, M tidak lagi berada di rumah setelah korban melahirkan. Keluarga menduga pria lanjut usia itu pergi setelah peristiwa tersebut diketahui.

Dugaan pelarian itu diperkuat informasi dari sejumlah orang yang mengaku melihat M dibonceng menggunakan sepeda motor di wilayah Kecamatan Galis.

”Ada yang memberi tahu ke kami jika terduga pelaku ini sempat naik sepeda dibonceng, sepertinya ingin kabur,” ucapnya.

Diketahui, selama ini AM tinggal bersama kakeknya, sedangkan ibu korban bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian belum membeberkan secara terperinci kronologi maupun sejak kapan dugaan perbuatan itu berlangsung karena kasus tersebut masih berdasarkan laporan awal.

”Masih dalam proses penyelidikan. Korban dan saksi-saksi baru saja diperiksa,” tutupnya.

Pos terkait