Harga Rokok Makin Tertekan, Gudang Garam Ungkap Beratnya Persaingan dengan Rokok Murah

Harga Rokok Makin Tertekan, Gudang Garam Ungkap Beratnya Persaingan dengan Rokok Murah

INFONANGGROE.COM – Persaingan harga di industri rokok menjadi salah satu tantangan yang dihadapi PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Perbedaan harga antara rokok yang membayar cukai dan produk yang tidak menggunakan pita cukai turut menjadi perhatian perusahaan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Gudang Garam Tbk Heru Budiman menjelaskan besarnya beban cukai yang harus dibayarkan perusahaan untuk setiap produk rokok yang dijual. Kondisi tersebut membuat harga jual rokok resmi harus memperhitungkan komponen cukai yang cukup besar.

“Rokok SKM 12 batang, cukai yang kita bayarkan adalah Rp19.000. Jadi sekarang GGRM ini, hari ini kita menjual rokok kita di Rp26.000. Jadi bisa diistilahkan mengambil duitnya konsumen Rp26.000, saya setor cukai Rp 19.000,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Gudang Garam Tbk Heru Budiman dalam keterangannya dikutip Herald.id, Minggu (13/9/2026).

Menurut Heru, kondisi tersebut berbeda dengan rokok yang tidak menggunakan pita cukai. Produk semacam itu dapat dijual dengan harga lebih rendah karena tidak dibebani pembayaran cukai seperti rokok yang diproduksi dan diedarkan sesuai ketentuan.

“Yang tidak memakai pita cukai, cukup misalnya ambil jual di Rp12.000. Karena dia tidak bayar cukai segala macam, net sales proceeds dia adalah Rp 12.000,” kata Heru.

Perbedaan harga tersebut dinilai menjadi salah satu persoalan yang harus diperhitungkan perusahaan. Heru mengatakan keberadaan alternatif rokok murah membuat perusahaan perlu mempertimbangkan batas harga agar kondisi keuangan tetap terjaga.

“Selama masih adanya alternatif murah itu tadi, yang alternatif murah pasti tidak memenuhi peraturan cukai. Kita harus tadi mempertahankan ada batasnya supaya saya tidak mengalami negative cash flow,” tambah Heru.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Gudang Garam Istata Tasin Siddharta mengatakan tekanan terhadap produk Sigaret Kretek Mesin (SKM) GGRM juga berkaitan dengan pilihan strategi perusahaan ke depan, khususnya dalam menentukan prioritas antara volume penjualan dan profitabilitas.

“Kalau kita melihat tekanan terhadap SKM GGRM, itu juga sebetulnya kembali lagi tergantung dari nanti policy kita mau seberapa jauh kita fokus ke volume atau seberapa jauh kita fokus ke profitability,” terang Direktur Teknologi Informasi Gudang Garam Istata Tasin Siddharta.

Istata menambahkan, keputusan perusahaan mengenai volume maupun profit akan tetap mempertimbangkan perkembangan struktur biaya dan kondisi pasar pada masa mendatang. Karena itu, perusahaan belum dapat memastikan apakah akan lebih mengutamakan volume penjualan atau mempertahankan tingkat keuntungan.

“Namun sesuai dengan perkembangan cost structure kita nanti dan market ke depannya, kita tidak bisa memberikan suatu kepastian bahwa kita tidak akan mengorbankan volume lagi buat mempertahankan profit atau apakah kita akan mengorbankan profit buat menaikkan volume, itu kita akan tetap lihat ke depannya,” ucap Istata. (*)

 

Pos terkait