9 Fraksi DPRA Usul Bustami Jadi Pj Gubernur Aceh

9 Fraksi DPRA saat konferensi pers pergantian PJ Gubernur Aceh, Foto: Maulidi Alfata/anteroaceh.com)

BANDA ACEH – Sembilan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sepakat mengusulkan Bustami sebagai calon tunggal Pj Gubernur Aceh menggantikan Achamd Marzuki. Pengusulan itu disampaikan dalam konferensi pers di Sektariat DPRA, Senin (12/6/2023).

Adapun sembilan fraksi yang mengusulkan Bustami yaitu fraksi Partai Aceh (PA), Golkar, Demokrat, Gerindra, Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahterah (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan PKB-PDA.

“Dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRA yang dilaksanakan pada 9 Juni lalu, seluruh fraksi sepakat tidak mengusulkan lagi Achamd Marzuki sebagai PJ Gubernur Aceh. Banmus sepakat untuk mengusulkan satu nama kepada Mendagri sebagai PJ Gubernur yaitu Bustami SE, M,Si yang sekarang menjabat sebagai Sekda Aceh,” ujar Abdurrahman Ahmad, dari fraksi Gerindra.

Alasan DPRA mengusulkan satu nama PJ Gubernur Aceh ke Mendagri berdasarkan surat Mendagri yang masuk ke DPRA, dan meminta untuk dapat mengirim tiga nama calon Pj Gubernur orang yang sama atau berbeda.

“Menurut pemahaman Kami dan diskusi kami dengan ahli hukum kata dapat itu artinya bisa mengirim 1 sampai 3 calon dan sesuai rapat Banmus maka kami mengusul 1 nama untuk menjadi bhn pertimbangan Mendagri,” papar Ansari Muhammad dari Fraksi Golkar.

Sementara itu Fraksi PKS Irawan Abdullah menerangkan alasan DPRA mengusulkan Bustami berdasarkan pertimbangan dan situasi Aceh kedepan.

Menurut DPRA, Bustami merupakan calon yang cocok dan sesuai, sebab sebelumnya dia menjabat Sekda Aceh. Sehingga Bustami dinilai mengerti tentang pemerintahan dan seluk beluk Pemerintah Aceh.

“Kenapa pilihan hanya kepada pak Bustami, nah posisi Aceh Kedepan akan melaksanakan politik akan melaksanakan pemilu, banyak tugas yang harus diselesaikan, klau selama ini kami melihat bahwa tugas-tugas itu semua dilaksanakan oleh sekda. Contohnya seperti rapat paripurna di DPR Pj Gubernur Aceh tidak hadir dan yang menggantikannya Sekda, biarkan konsentrasi nya kepada satu orang,” katanya.

Irawan melanjutkan, meskipun banyak putra Aceh yang berkiprah di ibu Kota negara saat ini, namun hal itu akan membutuhkan waktu yang lama untuk menunjukkan mereka sebagai Calon PJ Gubernur Aceh.

Rubrik      : News
Sumber    : Antero Aceh

Pos terkait