Aceh Besar, INFONANGGROE.com – Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah atau disingkat dengan BAN S/M Provinsi Aceh menggelar sosialisasi akreditasi di Madrasah dalam lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar. Senin, 1 Februari 2021.
Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dengan menggandeng Pengawas Madrasah dijajaran Kemenag Aceh Besar, yang terdiri dari 4 orang pengawas tingkat MI, 5 pengawas madrasah tingkat MTS dan 3 orang pengawas madrasah di tingkat MA.
Dalam tahun 2021 ini ada sebanyak 59 madrasah yang akan menjadi sasaran akreditasi dan terbagi dalam 9 (sembilan) zona, yaitu Ingin Jaya, Darussalam, Kuta Baro, Montasik, Samahani, Indrapuri/Seulimum, Keutapang, Lhoknga dan Lhoong.
Sosialisasi tersebut telah berjalan sejak 12 Januari 2021 dan akan berakhir pada 6 Februari 2021 yang diikuti oleh Kepala Madrasah, Guru, dan Operator Madrasah serta didampingi oleh pengawas pembina madrasah.
Pada kegiatan pertama sosialisasi akreditasi bertempat di MIN Pagar Air, Dr. Makmun Ibrahim yang juga ketua BAN S/M mengatakan Akreditasi sekolah/madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan yang hasilnya diwujudkan dalam hasil visitasi, yaitu sertifikat akreditasi. Selain dari pihak BAN S/M, pemateri juga menghadirkan Tim akreditasi dari kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. Aiyub Jamaluddin, MA, serta Ketua KPA Aceh Besar Ir. Baharuddin, M.Pd.
Pada kesempatan yang sama Tarmizi Gadeng, M.Si yang juga ketua kelompok kerja pengawas (Pokjawas) Kemenag Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi kegiatan tersebut yang sangat bermanfaat dalam rangka mempersiapkan akreditasi sedini mungkin. Ucapnya.
Tarmizi juga mengharapkan madrasah sasaran akreditasi dapat mempersiapkan semua tuntutan seperti yang terdapat dalam Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) Tahun 2020.
Selain itu Tarmizi menambahkan agar Kepala Madrasah dan semua guru dan tenaga kependidikan dapat segera mempersiapkan bahan dan meningkatkan kinerja guru karena dalam akreditasi ini bukan hanya penilaian terhadap dokumen tapi lebih kepada kinerja madrasah. Semoga semboyan madrasah hebat bermartabat dapat terwujud hendaknya. Ajaknya.





