YLBH-AKA Aceh Sangat Menyayangkan Atas Sikap Polres Aceh Jaya Terhadap Penderita Gangguan Jiwa

  • Whatsapp

Aceh Jaya, INFONANGGROE.com – Ketua YLBH-AKA Aceh, Hamdani Mustika sangat menyayangkan perihal yang dilakukan oleh pihak Polres Aceh Jaya, dimana dalam hal ini pihak terkait terkesan terlalu memaksakan pemeriksaan atas saudara Egusman warga Gampong Tuwi Peurya Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya atas perkara dugaan tindak pidana pencurian 3,3 gram emas. Rabu,17 Juni 2020.

Akibat dari pemanggilan serta pemeriksaan yang dijalankan saudara Egusman pada senin, 15 Juni 2020 sesuai dengan Surat Laporan Nomor: LP/13/VI/Res.1.11/2020/SPKT/SEK TEUNOM tanggal 4 Juni 2020 tentang Tindak Pidana Pencurian, serta Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/34/VI/Res.1.8/2020/Reskrim tanggal 4 Juni 2020, sebagaimana yang termaksub dalam Undangan Permintaan Keterangan yang dilayangkan kepada saudara Egusman yang memiliki riwayat gangguan jiwa dan sampai saat ini masih wajib melakukan Rawat Jalan di Poli Jiwa RSUD Teuku Umar Calang dengan Surat Keterangan Nomor: 445/617/2020 yang ditanda tangani oleh Dokter Sp. KJ pada RS tersebut, bahkan Egusman sempat pingsan dan ngedrop di Polres setempat menjalankan proses Undangan tersebut. Hal tersebut diketahui Hamdani dari laporan Junaidi ayah dari Egusman.

Disebutkan Hamdani, kasus dugaan pencurian emas yang dituduhkan kepada Egusman padahal sudah dianggap selesai dengan adanya surat perdamaian antara keluarga Egusman dengan pemilik Toko Mas Bagah Tamita.

Hal yang membuat Hamdani merasa janggal terhadap permasalah tersebut adalah, kenapa pemilik toko mas tersebut kembali melakukan pengaduan terhadap Egusman ke Polres Aceh Jaya, yang sudah jelas-jelas Egusman masih dalam kondisi pemulihan artinya ia masih memiliki status sakit atas kejiwaan dirinya.

“Sangat kita sayangkan, jika pemeriksaan terus dipaksakan, sehingga yang sangat kita khawatirkan adalah imbas dari proses pemulihan gangguan kejiwaan Egusman bukannya menjadi lebih baik, melainkan hal yang sebaliknya terjadi, yaitu kondisi Egusman yang semakin memburuk, apalagi ia masih trauma atas kejadian penghakiman jalanan terhadapnya beberapa bulan yang lalu”, kata Hamdani.

Selain itu, Hamdani meminta pihak Polres Aceh Jaya profesional dalam menangani perkara ini, dimana kasus tersebut sudah ada surat perdamaian antara kedua belah pihak, serta meminta pertimbangan Polres Aceh Jaya untuk menunda pemeriksaan terhadap Egusman selama kondisi kejiwaan Egusman dinyatakan sembuh total oleh pihak berkompenten.

“Dia masih trauma atas kejadian yang menimpanya, jika kondisi kejiwaannya semakin parah akibat pemeriksaan yang dipaksakan siapa yang bertanggungjawab”, tukas Hamdani.

Rubrik       : Hukum
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait