Pendidikan Mental Bagi Pendidik dan Peserta Didik di SMAN 8 Takengon Unggul

Foto bersama Prof. DR. Rusmin Tumanggor, MA Guru Besar Antropologi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang didampingi oleh Kadis KBPPPA Bapak Drs. H. Alam Syuhada, MM dan Bapak Ketua Komite Drs. Tgk Amri Jalaluddin. Dok. SMAN 8 Takengon Unggul. Sabtu (23/7/2022).

ACEH TENGAH, INFONANGGROE.com – Sosialisasi tentang Pendidikan mental suatu usaha sadar yang dilakukan untuk memelihara, melatih, membimbing, dan mengarahkan batin dan watak atau mental manusia yang lebih baik supaya bagi Pendidik dan Peserta Didik berlangsung di SMAN 8 Takengon Unggul. Sabtu (23/7/2022).

Pada kegiatan tersebut materi disampaikan oleh Prof. DR. Rusmin Tumanggor, MA Guru Besar Antropologi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang didampingi oleh Kadis KBPPPA Bapak Drs. H. Alam Syuhada, MM dan Bapak Ketua Komite Drs. Tgk Amri Jalaluddin.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 382 siswa dan 50 Pendidik dan Tenaga Kependidikan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hampir 2 jam sosok inspiratif ini menyampaikan materi dengan penuh semangat di lapangan SMAN 8 Takengon Unggul,” kata Syafrudin Kepala Sekolah SMAN 8 Takengon Unggul.

Lanjutnya, ia juga mengatakan, Usia yang sudah lanjut tidak menghalangi beliau dalam menyampaikan materi yang diselingi dengan lantunan lagu merdu dan pantun yang mengandung pesan mendalam bagi generasi muda.

Ia turut menambahkan, di awal pemaparan Prof. Rusmin mengisahkan tentang bagaimana perjalanan hidup beliau dari masa kecil sampai mendapat gelar profesor yang penuh dengan tantangan dan rintangan namun semua bisa dihadapi dengan belajar dan kerja keras serta meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

“Kisah hidup yang beliau ceritakan mengandung banyak hikmah yang patut ditiru oleh generasi muda. Pengalaman dan perjuangan hidup beliau dalam menghadapi kesulitan ekonomi namun tidak menghalangi tekad beliau untuk menempuh pendidikan sehingga menjadi ahli Antropologi Indonesia yang dikagumi  namun tetap rendah hati,” jelasnya.

Lanjutnya, Prof. Rusmin menyampaikan paparan meliputi ciri mental yang sehat. Menurut beliau ada sembilan ciri mental yang sehat yaitu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, kepribadian yang utuh, bebas dari ketidakmampuan dari rasa kegagalan, bertumbuh fisik berkembang jiwa dari lintasan hukum sebab akibat, nilai dan acuan, tanggung jawab, mandiri, matang dan mengambil keputusan yang tepat.

“Profesor yang berasal dari Barus Sumatera Utara namun fasih berbahasa Gayo ini  mengharapkan generasi muda untuk tidak lalai dalam menggunakan handphone. Handphone dapat menjadi alat yang memberikan nilai positif terhadap perilaku remaja namun juga banyak hal negatif yang ditimbulkannya jika remaja tidak mampu memilah mana konten yang layak ditonton dan yang tidak layak,” tuturnya kepala sekolah.

Ia juga menjelaskan, Indonesia yang sumber daya alamnya melimpah ini membutuhkan sosok pemuda cerdas yang mampu mengelola sumber daya alam dan menjadi tuan di tanahnya sendiri, jangan sampai masyarakat Indonesia menjadi penonton bahkan buruh di negaranya sendiri.

“Pesan penting lain yang beliau sampaikan adalah “Pemuda yang hidup hanyalah yang mau menuntut ilmu dan bertaqwa”. Indonesia butuh pemuda-pemuda yang sehat fisik dan mentalnya untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.

Pos terkait