Banda Aceh, INFONANGGROE.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak seluruh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama untuk memperkuat peran organisasi sebagai kekuatan keagamaan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA., CSEP., yang mewakili PBNU dalam pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh masa khidmat 2025–2030, Jumat (24/7/2026) malam.
Faisal, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Agama Republik Indonesia, menegaskan bahwa NU harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap dinamika sosial, pendidikan, dan perkembangan masyarakat, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, keberhasilan ormas Islam dalam membina umat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan Kementerian Agama.
“Kakankemenag bek kriet (jangan pelit) terhadap ormas Islam, karena keberhasilan mereka juga merupakan keberhasilan Kementerian Agama,” ujar Faisal disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia berharap jajaran Kepala Kantor Kementerian Agama di berbagai daerah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kegiatan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya.
Di hadapan Wali Kota Banda Aceh, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Waled NU, dan Abu Faisal, Faisal juga menyampaikan pandangannya mengenai peluang kepemimpinan perempuan di lingkungan Kementerian Agama Aceh. Menurutnya, sejumlah daerah di luar Aceh telah memiliki Kepala Kantor Kementerian Agama dari kalangan perempuan.
“Di Aceh juga perlu ada Kakankemenag perempuan seperti di daerah lain. Hal itu tentu bergantung pada Waled NU dan Abu Faisal. Kalau diberikan izin, maka hal tersebut langsung dapat kita proses dan eksekusi,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh resmi dilantik untuk masa khidmat 2025–2030 dalam prosesi yang berlangsung khidmat pada Jumat malam. Pelantikan berlangsung pukul 21.30 hingga 22.00 WIB dan dihadiri unsur pemerintah, ulama, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang Iskandar Zulkarnaen, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag., serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Drs. H. Azhari, M.Si. Kakankemang Banda Aceh DR Salman.






