Aceh Besar, INFONANGGROE.com – MTsN 2 Aceh Besar menggelar kegiatan buka puasa bersama di lapangan madrasah, Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat dan unsur masyarakat itu diawali dengan ceramah agama menjelang waktu berbuka.
Dalam tausiyahnya, Tgk Safaini MA menyampaikan empat faktor yang menyebabkan seseorang tidak kuat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Pertama, kurangnya ilmu. Menurut dia, minimnya pemahaman agama membuat seseorang tidak menyadari pentingnya ibadah dan keutamaannya di bulan suci. “Orang yang memiliki ilmu akan memahami betapa besar pahala dan keberkahan Ramadhan, sehingga tidak akan menyia-nyiakan waktunya,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu penyebab kurangnya ilmu adalah keengganan menghadiri majelis ilmu. Padahal, melalui majelis ilmu, pemahaman keagamaan dapat diperkuat dan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas ibadah.
Kedua, mengonsumsi makanan yang syubhat. Safaini menjelaskan, makanan yang diperoleh dari sumber yang tidak jelas atau meragukan dapat memengaruhi kekuatan spiritual seseorang. “Bisa jadi seseorang rajin mengikuti pengajian, tetapi ibadahnya terasa berat karena asupan yang kurang baik,” katanya.
Ketiga, lemahnya iman. Kondisi ini, menurut dia, membuat seseorang mudah lalai dan lebih tertarik pada hal-hal yang kurang bermanfaat. Untuk memperkuat iman, ia menganjurkan agar memperbanyak zikir, terutama kalimat tauhid Lailahaillallah.
Keempat, panjang angan-angan. Ia menyoroti kebiasaan menunda ibadah dengan anggapan usia masih panjang. “Fenomena yang kita lihat, justru yang paling banyak hadir di masjid dan majelis ilmu adalah kalangan orang tua,” ujarnya.
Kepala MTsN 2 Aceh Besar Sudirman M, S.Ag mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini bertujuan mempererat silaturahmi antar aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh keluarga besar madrasah.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H Saifuddin SE beserta istri, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI), Camat Darussalam, Kepala KUA Darussalam, Keuchik Gampong Tungkop, komite madrasah, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ditutup dengan berbuka puasa dan Shalat Magrib Berjamaah. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus solidaritas di lingkungan madrasah selama bulan Ramadhan.






