Indahnya Panorama Pulau Keluang dan Gua Walet “Purba” di Aceh Jaya

  • Whatsapp
Indahnya Panorama Pulau Keluang dan Gua Walet “Purba” di Aceh Jaya
Seorang pengunjung bersama kawannya saat memancing ikan di pulau keluang, (Dok/RPA)

ACEH JAYA, INFONANGGROE.com – Panorama Pulau Keluang di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, terkenal dengan keindahan pulaunya yang di penuhi buliran pasir putih terhampar sepanjang pantai.

Selain hamparan pasir putih, di lokasi itu juga ditemukan beberapa gua sarang burung walet yang terbilang sudah sangat lama atau purba. Berada di sisi kaki gunung, keindahan gua itu dipenuhi dengan hunian kelilawar bergantungan pada langit-langit gua.

Pulau Keluang (Foto: Instagram/ @waahyuhidayat)

Kehijauan air dipadukan dengan warna biru gelap air laut, terlihat sangat indah saat berada dibibir gua walet tersebut, seakan membuat mata enggan terpejam.

Saat media ini berkunjung di Pulau Keluang, dengan menggunakan boat fiber berkelir putih, bermesin merek Yamaha, cuaca saat itu sangat cerah. Dengan menempuh jarak sekira 60 menit, boat fiber kami tumpangi dari kekuatan penuh mengurangi tenaganya saat akan bersandar di Pulau Keluang.

Satu persatu penumpang melompat dari boat sambil mengikatkan jangkar. Pada sisi pulau, terlihat dua pondok terbuat dari kayu beratap seng, siap disinggahi guna menurunkan bekal kami bawa. Deretan pohon kelapa dengan “lambaian” daunnya terterpa angin, membuat suasana terik berubah menjadi sejuk.

Pulau Keluang, Senin (1/6/2020) (Foto/DF)

Sesaat kaki menapakan langkah kami di Pulau Keluang itu, dalam hati berucap, “MasyaAllah, benar-benar indah alam ciptaan Tuhan.” Keindahan alam di pulau ini begitu hebatnya hasil karya dari penguasa maha penguasa alam, sehingga tempat itu mampu memanjakan mata pengunjung.

“Dari Pulau Keluang, kita dapat melihat sisi Gunung Geurutee yang terdapat warung-warung penjual makanan ringan. Walaupun jarak pandang terbilang jauh, tapi deretan warung itu masih jelas terlihat dari pulau ini,” imbuh Wanda Udo, kepada media ini, Senin 1 Juni 2020 saat mengunjungi pulau tersebut.

Wanda Udo bersama rekan lainnya saat menikmati memancing ikan diseputaran pulau keluang, Senin (1/6/2020) (Foto/DF)

Kemudian, satu persatu barang bawaan kita turunkan di pondok yang terdapar di pulau itu. Masing-masing dari kami mempersiapkan bekal untuk dimasak. Disaat lainnya sedang mempersiapkan masakan alakadarnya, beberapa dari kami juga menyiapkan alat pancing untuk memancing ikan.

Namun sayang, saat tengah mempersiapkan alat pancing, cuaca yang mulanya cerah, terlihat mulai tidak bersahabat. Angin kencang mulai menderu. Deretan awan hitam mulai terlihat menutupi cerahnya alam. Tanda hujan akan segera turun. Wisata dadakan ala kami lakukan akhirnya gagal.

Berbekal masakan alakadar yang telah kami siapkan sebelum hujan turun, akhirnya benar-benar menjadi apa adanya yang kami santap. “Indomie, tempe dan nasi putih menjadi pengganjal perut kami.”

Gua sarang di pulau keluang, Senin (1/6/2020) (Foto/DF)

Guide yang bisa di bilang sebagai pawang laut andalan kami, dan ahli menembak ikan, Mail, berinsiatif untuk meninggalkan pulau sebelum kondisi alam semakin bertambah parah. “Kita harus meninggalkan pulau ini,” katanya kepada kami.

Niat memancing ikan dan melakukan snokling di lokasi itupun menjadi buyar. Harapan ingin melihat indahnya alam bawah laut dihiasi terumbu karang, hanya sebuah “mimpi” meninabobokan kami.

Nampak gunung Geurutee dari pulau keluang, Senin (1/5/2020) (Foto/DF)

Untungnya, sebelum kami merapat di Pulau Keluang itu, kita sempat menikmati suguhan keindahan alam yang kita jajal di gua-gua yang berada di sisi gunung pulau tersebut. Niat memancing dan mencari ikan batal dengan seketika akibat faktor cuaca kurang bersahabat, kata saya dalam hati.

“Semoga ada waktu lain yang bisa membuat kami untuk menikmati perjalanan seperti ini lagi.”(*)

Rubrik       : Nanggroe, Travel, Wisata
Editor       : Jufry Ijup

Pos terkait