Tepat 7 Malam Pemberlakuan Jam Malam di Aceh, Eksekutif Kota LMND Banda Aceh Unjuk Rasa

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – pemberlakuan semenjak tanggal penetapan 29 Maret 2020 sampai dengan hari ini 4 april 2020 belum juga dicabut secara resmi oleh FORKOPIMDA maupun Pemerintah Aceh sendiri, ironisnya lagi yang awalnya pemerintah sinkron dengan polda tetapi kemarin sudah melakukan perbedaan kebijakan, “Pemerintah Aceh secara resmi belum mencabut pemberlakuan jam malam maupun kembali diizinkan berjualan pada malam hari artinya sampai hari ini masyarakat akan terus kelaparan dan sengsara”, sebut Aminul Mukminin.

Aktivis LMND Banda Aceh ini menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah sama sekali tidak ada perubahan apa-apa di kalangan masyarakat bahkan masyarakat seperti merasakan kembali masa DOM (Daerah Operasi Militer), “trauma masyarakat yang dulunya hilang hari ini timbul kembali yang hanya membedakan dulunya aparat pegang senjata hari ini pegang rotan”-imbuhnya.

kemudian lebih baik langsung di putuskan dengan jelas dan konkrit secara tulisan bahwasanya pemberlakuan jam malam ini di cabut dan masyarakat sudah bisa kembali berjualan seperti biasanya dan melakukan hal-hal lain yang lebih dibutuhkan rakyat Aceh, “jam malam tidak ada dampak apa-apa untuk rakyat, malahan makin sengsara karena kelaparan, banyak yang buka usaha dari sore hari sampai malam tidak bisa lagi berjualan, alangkah lebih baik pemerintah buat satu kebijakan yang lebih tepat di tengah pandemi Covid-19 ini, ekonomi masyarakat hari ini anjlok, harus ada bantuan secara langsung tanpa hanya wacana doang”-tegasnya.

Pemerintah Aceh harus ligat, karena kita sudah lambat daripada kerjanya Covid-19 ini, jangan hanya wacana kemudian disampaikan ke media seakan pemerintah sedang menyiapkan itu tidak perlu langsung saja aksi nyata, ini baru dikatakan pemerintah betul-betul serius menangani pandemi Covid-19.

Rubrik       : Politik
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait