DPRK Aceh Besar Kembali Sidak Pariwisata Aceh Besar

  • Whatsapp
DPRK Aceh Besar Kembali Sidak Pariwisata Aceh Besar

ACEH BESAR, INFONANGGROE.com – Kembali Inspeksi Mendadak Komisi V DPRK Aceh Besar sidak Pantai Lampuuk-Pucok Krueng Raba, bertemu Pengelola Pariwisata setempat, sejumlah pedagang, hingga Imum Mukim dan Geuchik Gampong Meunasah Balee Lampuuk, didampingi langsung kadisparpora Ridwan Jamil, S. Sos., M.Si beserta jajarannya, pada Minggu 19 April 2020.

Sejak (16-19/4) Komisi V DPRK Aceh Besar terus melakukan sidak sektor kesehatan dan diikuti sektor pariwisata yang merupakan landing dan tupoksi kerja Muhibuddin Ucok serta anggota komisi V lainnya.

Bertemu pelaku usaha, DPRK Aceh Besar kembali mendengar masukan dan keresahan terkait meresotnya ekonomi akibat pandemi covid-19 dimana pedagang setempat tidak berdagang karena tempat wisata ditutup.

Sejak dua bulan terakhir kami tidak berdagang bahkan seluruh pedagang yang beroprasional di Pantai Lampuuk tidak berdagang karena ditutup, ungkap Muzakir (19/04) salah seorang pelaku usaha di Pantai Lampuuk Aceh Besar.

Ditutup karena kesepakatan Mukim sebagai pengelola Wisata Lampuuk, tambahnya. “Kesepakatan bersama masyarakat setelah musyawarah dan sadar untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 sesuai instruksi Pemerintah”, terang Muzakir.

Pedagang lainnya Joel Bunga Low’s dalam konfirmasinya menyampaikan bahwa pihaknya menutup tempat wisata sesuai intruksi Pemerintah karena pandemi covid-19. “Pedagang telah mengikuti anjuran tersebut namun kami meminta bantuan pemerintah, hampir dua bulan tidak berdagang ditambah kekeringan melanda mukim lampuuk dan kecamatan lhoknga kami tidak bisa menanam padi”, pungkas Joel Bunga Lows.

Smentara itu Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar Muhibuddin Ibrahim (Ucok Sibreh) mengatakan sektor Pariwisata juga terhimbas covid-19. “Yang paling terasa adalah pedagang yang beroperasi ditempat wisata yang ditutup”, Kata Ucok.

Pantai Lampuuk dan seiktarnya ditutup, Kata dia. Namun ada yang tidak tutup seperti Pucok Krueng Raba tapi sepi tidak membludaknya pengunjung seperti biasa, ujarnya.

Akibatnya melemah ekonomi masyarakat sekitar yang profesinya pedagang ditempat wisata, bisa katakan mati total bahkan macetnya Pariwisata tersendat maka pendapatan daerah (PAD) juga macet, artinya daerah rugi. “Keadaan yang diluar keinginan pemerintah dan masyarakat Aceh Besar harus kita sikapi dengan bijak, tidak ada yang mau keadaan seperti ini”, pungkas Ucok

Mengenai bantuan kepada masyarakat, Muhibuddin kerap disapa Ucok Sibreh ini menyampaikan Pemkab Aceh Besar telah menyiapkan 25.000 paket sembako yang akan ditribusikan kepada masyarakat. “Namun distribusi sembako itu sesuai data dari Disparpora, maka kembali diingatkan Disparpora sebagai landing sektor untuk bergerak cepat dalam pendataan pedagang imbas covid-19 di area wisata, tegasnya.

Persoalan kesehatan, ekonomi, bantuan, qanun gampong setempat, dan pengelolaan wisata akan kita sampaikan kepada Pemerintah, Kata Ucok. “Menjadi PR bagi kita eksekutif dan legislatif akibat pandemi covid-19”, demikian Muhibuddin (Ucok sibreh).

Rubrik       : Politik
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait