Cut Man Minta Penyebar Berita Hoaks Monopoli ULP di Tangkap

  • Whatsapp
Cut Man Minta Penyebar Berita Hoaks Monopoli ULP di Tangkap

NAGAN RAYA, INFONANGGROE.com – Merebaknya fitnah tentang dugaan adanya monopoli proyek di ULP Aceh, juga telah mengundang reaksi keras dari Ketua Sekber Pemenangan Irwandi-Nova Kabupaten Nagan Raya, Cut Man, Senin 23 Maret 2020.

Terkait isu tersebut, Cut Man melalui rilis yang dikirim kepada media infonanggroecom mengatakan bahwa monopoli proyek APBA 2020 itu adalah isu hoaks yang tidak didasarkan bukti dan bukan hasil investigasi wartawan professional.

Dirinya menilai, di era keterbukaan informasi pelelangan tender proyek di ULP Aceh yang serba terbuka saat ini, hampir bisa dipastikan sulit terjadinya konspirasi dan monopoli tender APBA, apalagi untuk APBA tahun 2020.

Di katakan Cut Man, APBA tahun 2020 ini baru sebagian kecil diumumkan hasil lelangnya, dan tidak ada keributan pihak manapun, apalagi melakukan sanggahan dan protes atas kinerja ULP selama ini hingga tanda tangan kontrak dilakukan oleh plt Gubenur Nova Iriansyah.

“Jadi, dari mana terjadi konspirasi? ini kan hoaks tidak ada bukti sedangkan pihak lawan politik memakai narasi untuk merusak citra ULP dan pemerintah”, ungkap Cut Man.

Selaku Ketua Tim Sekber Irwandi Yusuf Kabupaten Nagan Raya, dirinya menilai pasca OTT Irwandi Yusuf, ULP terlihat lebih berhati-hati dalam mengerjakan paket pelelangan APBA, dikarenakan Aceh masih dalam radar pemantauan ketat Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya sangat yakin ULP Aceh sekarang beda dari sebelumnya dan terlihat lebih professional serta berhati-hati karena kerjanya diyakini masih diawasi ketat pemantauan khusus dari KPK. Jadi, mustahil terjadi konspirasi pemenang tender di APBA 2020 yang katanya melibatkan oknum kepala ULP, untuk merekayasa pemenang tender APBA th 2020, yang anggarannya telah disahkan mencapai 17,2 T,” ujar Cut Man.

Soal adanya oknum dan pihak media tertentu, Cut Man mengatakan, siapapun itu yang kerjanya dari awal sengaja mengemas narasi hoax untuk maksud memprovokasi tentang monopoli APBA tahun 2019/2020, pihaknya meminta pihak polisi untuk segera menangkap dan memproses hukum penebar fitnah tersebut.

Bahkan, Cut Man juga mengharapkan kepada media dan/atau oknum wartawan penebar fitnah supaya diproteksi hukum agar tidak terus terulang secara leluasa membuat fitnah.

“Saya justeru mencurigai oknum nara sumber dan awak media tidak mengandalkan bukti kerja awal investigasi yang memadai, tapi berani meliput dan memberitakan kabar hoax yang merusak citra ULP dan pihak lain ikut terseret fitnah. Bahkan terkesan ada pihak tertentu yang berusaha mengkondisikan atau mengacaukan situasi Aceh, agar tim kerja ULP Aceh terganggu dengan isu gaduh yang merusak reputasinya,” terang Cut Man.

Untuk memberantas isu fitnah ini, Cut Man menegaskan tidak ada cara lain kecuali tangkap si pembuat narasi pertama hoaks monopoli tender APBA yang telah menimbulkan keresahan publik. Karena dari narasi hoax inilah, akhirnya menjadi isu liar yang kemudian digunakan pihak lain untuk meliput serampangan tidak lagi melakukan investigatif lebih lanjut.

Rubrik       : Nanggroe, Politik
Editor       : Jufry Ijup

Pos terkait