PNS Guru Baru Kemenag Aceh Besar Dibekali PIGPM

  • Whatsapp

Aceh Besar, INFONANGGROE.com – Pegawai Sipil Negara (PNS) Guru baru Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar mengikuti sosialisasi program induksi guru pemula madrasah (PIGPM) sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru. Kegiatan sosialisasi ini bertempat di MIN 22 Aceh Besar. Senin, 24 Agustus 2020.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H. Abrar Zym, S.Ag dalam sambutannya saat membuka acara sosialisasi mengatakan kegiatan ini sangat penting diikuti oleh PNS calon guru baru guna dapat berinteraksi secara humanis ditempat kerja. Selain itu menurutnya program ini juga meningkatkan kompetensi guru secara profesional untuk dapat mengembangkan madrasah menuju madrasah hebat dan bermartabat.

Program ini pada dasarnya dilakukan diawal tahun, karena pandemi Covid-19 program ini ditunda sementara, dan sekarang dapat dilaksanakan. Sebagai bentuk syarat mendapatkan sertifikat fungsional guru dan sah menjadi guru maka setiap calon guru dan pegawai struktural yang pindah ke fungsional maka wajib mengikuti program induksi guru pemula madrasah. Ucap Abrar.

Abrar Zym juga menaruh harapan penuh pada guru baru melinial dapat memajukan pendidikan di madrasah.

“kami yakin kalian para guru muda dapat membawa madrasah yang lebih hebat dengan peserta didik yang memiliki kompetensi dan kecerdasan yang dapat bersaing dan bersanding di era digital ini. Selain itu juga dengan kemampuan kalian akan melahirkan putra putri terbaik dapat berkompetisi di tingkat nasional terutama dalam KSM. Program ini tidak jauh beda dari apa yang telah kalian ikuti saat Diksar Prajabatan, maka dengan itu kami tidak meragukan lagi selama mengikuti program PIGMP kalian mendapat nilai terbaik”. Tutur Abrar.

Sosialisasi Program Induksi Guru Pemula Madrasah ( PIGPM) di pandu oleh dua pemateri dari bidang penmad kanwil kementerian agama provinsi Aceh Mashadi, S.Pd dan Haikal, SE. Pemateri mengajak semua PNS guru baru untuk dapat mengikuti Program tersebut. Hal itu dikatakan Haikal di depan peserta sosialisasi.

“Kalau tetap mau menjadi guru maka ikut program induksi guru pemula dan dapatkan sertifikat fungsional, kalau tidak, lebih baik menjadi pegawai tenaga kependidikan atau pegawai TU” Kata Haikal.

Haikal juga menambahkan program ini berdasarkan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi 2009 tentang jabatan fungsional Guru dan Angka kreditnya. Dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2010 tentang Induksi Guru Pemula. Serta surat keputusan Direktur Pendidikan Islam nomor 5792 tahun 2019 tentang petunjuk teknis program induksi Guru pemula madrasah.

Hal senada juga diperkuatkan oleh Mashadi, S.Pd menyampaikan teknis pelaksanaan program induksi guru madrasah dari segi penilaian dan penyesuaian tata laksana di masa pendemi Covid-19. Ia mengatakan program ini akan dinilai oleh Guru pembimbing, Kepala Madrasah dan pengawas. Minimal nilai yang didapatkan peserta “Baik” supaya dapat dikeluarkan sertifikat jabatan fungsional. Sertifikat diberikan setelah peserta selesai dan membuat laporan lengkap dengan hasil penilaian diajukan kepada Kanwil Kementerian Agama Aceh. Ucap Mashadi.

Guru pemula yang berstatus PNS dan mutasi dari jabatan lain/bukan PNS yang belum mencapai nilai kerja dengan katagori minimal “Baik” maka dapat mengajukan masa perpanjangan program induksi paling lama 1 tahun. Dan apabila juga dimasa perpanjangan program tersebut guru pemula juga tidak dapat meraih nilai katagori “Baik” maka tidak dapat diusulkan memperoleh jabatan fungsional, dan diusulkan memperoleh jabatan administrasi. Tutup Mashadi.

Kegiatan sosialisasi program induksi guru pemula madrasah (PIGPM) dihadari Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Besar Suryadi, S.Ag beserta staf, dan diikuti oleh seluruh guru pemula PNS baru lingkungan Kementerian Agama kabupaten Aceh Besar.

Rubrik       : Pendidikan
Editor       : Musiarifsyah Putra

Pos terkait