Nova Zahara : Copot Kebijakan Stiker, Jangan Buat Malu Rakyat Aceh Plt

  • Whatsapp

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Anggota DPRA Nova Zahara menilai kebijakan Pemerintah Aceh tentang pemasangan stiker permakaian premium dan solar bersubsidi memalukan masyarakat Aceh. Hal tersebut dikatakan dalam paripurna lanjutan hak interpelasi dewan dengan agenda mendegar jawaban Plt Gubernur Aceh, kemarin Jum’at 25 September 2020.

“Cabut program stiker pak (Plt Gubernur), bikin malu masyarakat saja,” katanya.

Ia menambahkan, Kebijakan stikering bersubsidi ini akan membuat marwah rakyat Aceh rendah di mata warga lainnya (diluar Aceh), oleh karena itu cabut saja pak Plt.

Ia menyebutkan, Terkait dengan pengadaan dan pemasangan stiker, peluncuran serentak di 126 (seratus dua puluh enam) SPBU seluruh Aceh, biaya sosialisasi di media dan fasilitas lainnya tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBA, tetapi semuanya dibiayai oleh PT. Pertamina (Persero).

Baca juga:
Aktivis Bener Meriah ;” DPRA Jangan Tebang Pilih dalam meningkatkan Pembangunan Di Aceh untuk Masyarakat

Selain itu, Ia menilai, sejak diberlakukannya program tersebut, berdasarkan fakta di lapangan antrian panjang kendaraan relatif sudah tidak terjadi lagi dihampir semua SPBU di seluruh Aceh.

Bukan hanya kebijakan stiker, kebijakan pemerintah lainya seperti Gebrak Masker Aceh (GEMA), yang mana menurutnya, Plt hanya membagikan sumbangan masker presiden itu kepada ASN saja.

Baca juga:
DPRA : Ingatkan PLT Gubernur Aceh Stop Keluarkan Kebijakan Merugikan Rakyat

“Berapa banyak dana dan masker habis hanya untuk aparat bapak, sedangkan rakyat menerima hanya setengah sumbangan masker tersebut. Dari hal ini mereka terpaksa membeli masker yang harganya mahal dan tentunya mereka gak sanggup beli,” ungkapnya.

Nova kemudian menyinggung absennya Plt Gubernur pada sidang paripurna beberapa minggu belakangan ini, menurutnya Nova Iriansyah gagal paham terhadap norma hukum yang telah dijalankan.

Baca juga:
Ketua Komisi V DPRA : Eksekutif Aceh tak Usulkan Anggaran Kesiapan PON di APBA 2021

“Bapak tidak hadir ke ruang DPRA yang terhormat ini beberapa kali, alasannya tidak ada norma hukum yang menyatakan wajib dihadiri oleh kepala pemerintah. Saran saya bapak kuliah lagi, ambil jurusan komunikasi sehingga memahami bagaimana mestinya hubungan eksekutif dan legislatif,” ujarnya ketus.

Menurutnya jika komunikasi antara Plt Gubernur dengan DPRA terjalin dengan bagus, tentunya rakyat ikut bagus, namun jika sebaliknya sudah tentu rakyatnya ikutan tidak bagus.

Baca juga:
DPRA : Tour Moge Lukai Hati Korban Konflik Aceh

Nova Zahra menegaskan bahwa DPRA tidak pernah mendukung proyek multiyear yang di ajukan Plt Gubernur.

“Perlu diketahui kami semua tidak mendukung selain partai bapak, proyek multiyear tersebut,” pungkasnya.

Rubrik       : Parlementaria
Editor       : Jufry Ijup

Pos terkait