Khumaha Heba/Humasa Sebbel Adalah Harapan Masyarakat Simeulue

  • Whatsapp

Dewasa ini sama-sama kita ketahui bahwa dari dulu sampai sekarang hampir 90% Masyarakat pulau ini menggantungkan harapan pada hasil sawah/tanam padi, tak bisa kita pungkiri pula bahwa dulu memang kita akui hasil sawah kita melimpah di samping mencukupi kebutuhan pokok juga tidak sedikit Petani yang menjual hasil Panen padi nya, hal ini di kuatkan dengan nostalgia swasembada pangan Indonesia pada tahun 1984.

Merambatnya pemerintah daerah kabupaten Simeulue dalam rangkah menjalankan program kerja Pemda turun Kesawan bersama dengan tema “Khumaha Heba/Humasa Sebbel” pada awal Tahun 2020 ini menjadi harapan besar Masyarakat Simeulue

Namun beberapa tahun terakhir ini sama-sama kita melihat dan merasakan bahwa hasil panen padi kita kurang maksimal dan tidak memuaskan yang juga kita sama-sama tidak tahu pasti apa yang menjadi penyebab utama nya.

Di samping itu tetap menjadi catatan buat kita bahwa sesuai dengan data hingga tahun 2018 kita memasok beras setiap tahun nya tak kurang dari 6000 ton, sedangkan kebutuhan beras di pulau ini mencapai 13.000 ton/tahunnya, data yang di peroleh oleh pemerintah Pada saat itu menunjukkan bahwa hampir setengah dari kebutuhan beras kita di pasok dari luar daerah.

Saat ini kita sangat bergembira ketika pemerintah daerah Kabupaten Simeulue pada tahun 2020 memprogramkan “Humasa Sebol/Khumaha Hebah” yang Alhamdulillah sudah berjalan sesuai rencana dan Di Komandoi Oleh Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue.

Tentu ini menjadi sebuah harapan Kepada kita dalam rangka menepis krisis ekonomi apalagi kita sedang menghadapi wabah Covid 19, kepada kita seluruh masyarakat Kabupaten Simeulue lebih teristimewa kepada Petani harus lebih bersemangat dan giat apalagi kita sudah langsung di dampingi oleh pemerintah di buktikan dengan keaktifan dinas pertanian, ada Satgas “khumaha Heba/Humasa Sebol” plus di berikan bibit padi Amphibi Situpa Gendit dan langsung turun bersama-sama kelapangan/Lokasi sawah melihat dan memantau langsung tahapan demi tahapan di mulai dengan marak nya Kenduri Blang sampai dengan hari ini usia tanaman mencapai 3 bulan.

Menjadi harapan pula kami meminta kepada pemerintah khususnya dinas terkait dan kepada Bapak T. Samsuar selaku Kepala Dinas Pertanian agar program ini menjadi program jangka panjang walaupun hari ini sudah  baik tapi kami  masyarakat memintah agar ini lebih ditingkatkan lagi hingga kita bisa melakukan ekspor beras dan menjadi harapan kedepannya juga siapapun yg menjadi pimpinan agar program ini tetap di pertahankan karena berbicara tentang kemajuan dan kesejahteraan tentu berkaitan dengan Pertanian dan kelautan.

Penulis: Setia Kurniawan SH

Rubrik       : Opini

Pos terkait