STAI Tgk Chik Pante Kulu, Adakan Seminar Internasional Guest Lecture

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Tgk Chik Pante Kulu melaksanakan Seminar Internasional Guest Lecture dengan tema “up date issues anda challenge Islamic Education In Australia”. Dr.H Teungku Chaliddin Yacoob dari Australia sebagai pembicara dengan peserta berjumlah 100 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di aula STAI Tgk Chik Pante kulu. Kamis, 21 November 2019.

Ketua panitia Burhanuddin, MA mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya prodi PAI STAI Tgk Chik Pante kulu dalam merespon issue pendidikan Islam yg kian berkembang, terutama di dunia Barat. Dalam hal itu kita melihat ada banyak orang Aceh yang berdiaspora diluar negeri, dan merupakan tokoh di luar negeri yang mengembangkan Islam. Tidak terkecuali hari ini kita juga menghadirkan tokoh Muslim Australia yang telah lalang melintang di sana untuk mengembangkan pendidikan Islam melalui komunitas Ashabi center yang beliau gerakan”. ucap Burhanuddin

Peserta seminar berasal dari sekolah dan Madrasah yang berada di seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar, Para Mahasiswa dan beberapa tamu undangan lainnya. Hadir juga dalam kegiatan ini Tgk. Jamaluddin M Thayib Selaku Ketua STAI Tgk Chik Pante Kulu dan Fakhrruazi, MM selaku ketua Yayasan Tgk Chik Pante Kulu.

Jamaluddin dalam sambutannya mengatakan dengan adanya kegiatan ini, peserta yang hadir dapat mengimplementasikan konsep pendidikan Islam yg berkembang dibarat, dan dengan memperkuat pelaksanaan pendidikan yang sudah ada di negara kita. Terutama kembali memperkuat pelaksanaan pendidikan di gampong-gampong di menasah maupun dimasjid. Selain itu para peserta juga mendapatkan wawasan tentang pesatnya perkembangan Islam diluar negeri, ucap Jamaluddin.

Dr. Tgk. Chaliddin Yacoob dalam paparannya menceritakan tentang sejarah awal mula mula kedatangan Muslim Melayu sebagai penemuan Australia, ia mengisahkan bahwa muslim Bugis yang waktu datang 150 tahun lebih dulu dengan kedatangan James P cook pada tahun 1770 yang mengklaim wilayah Australia sebagai wilayah mereka. Di mulai dari itu pendidikan dan kebiasaan masyarakat Aborigin berasimilasi dengan kebudayaan Bugis.

Lanjut Chaliddin, semenjak dari itu proses kedatangan Muslim di Australia semakin berkembang hingga hari ini. Namun tantangan dan issues pendidikan Islam hari menjadi penerimaan dikalangan warga negara Australia. Terlebih setelah kasus penyeraangan warga muslim di Selandia baru tahun Lalu, keinginan warga Australia untuk mengenal Islam lebih jauh, dan ada diantara mereka bahkan menerima Islam sebagai agama mereka. Pungkasnya

Rubrik       : Tak Berkategori