Seorang Ibu Pingsan Usai Hakim Vonis Tgk Ali Imran Bersalah Cabuli Santri

  • Whatsapp

Lhokseumawe, INFONANGGROE.com – Seorang wanita paruh baya pingsan di Kantor Mahkamah Syariah Lhokseumawe, Kamis (30/1/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. ibu-ibu itu diduga shock setelah mendengarkan kronologi pencabulan oleh terpidana Tgk Ali Imran yang dibacakan majelis hakim dalam sidang putusan perkara pencabulan santri Ponpes An-Nahla tersebut.

Wanita tersebut langsung keluar ruang sidang setelah Majelis Hakim membacakan amar putusan terhadap Tgk Ali Imran, kemudian ia jatuh terkulai tepat di depan pintu ruang sidang. Kemudian wanita tersebut ditolong warga dan petugas pengadilan dibaringkan di tempat lebih terbuka. Sekitar 10 menit kemudian siuman.

Kejadian itu sempat membuat suasana diluar persidangan menjadi riuh, namun tidak mengganggu proses persidangan yang kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pelaku kedua yaitu Miyardi. “Ibu itu seperti shock mendengarkan kronologi pencabulan yang sempat dibacakan hakim,” jelas salah seorang penonton persidangan.

Sidang dibuka untuk umum, berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.56 WIB. Disaksikan oleh sejumlah wartawan, aktivis perlindungan anak dan sejumlah warga sera remaja yang mengaku sebagai wali dan santri Ponpes An-Nahla. Mereka mengaku bukan korban, namun datang ke persidangan hanya untuk mengetahui hasil putusan sidang.

Berita sebelumnya, majelis hakim Mahkamah Syariah Lhokseumawe menjatuhkan vonis 190 bulan atau 15 tahun 10 bulan penjara , dipotong masa tahanan kepada Tgk Ali Imran atas perkara pencabulan sejumlah santrinya di pondok itu, pada Kamis (30/1/2020) siang.

Hakim juga menjatuhkan hukuman Uqubat Restitusi atau denda emas kepada terpidana sebanyak 90 gram emas murni kepada 4 korban, masing-masing mendapat 30 gram. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yaitu Uqubat Ta’zir 200 bulan kurungan dan harus membayar emas korban MR,TM dan ML masing-masing 187,5 gram dan untuk korban R sebanyak 93.75 gram.

Putusan lebih ringan juga diterima terpidana Miyardi, oknum guru Ponpes An-Nahla,yaitu 160 bulan kurungan dipotong masa tahanan dan harus membayar Uqubat Restitusi untuk korban R sebanyak 30 gram emas murni. Sedangkan jaksa menuntut pembantu Tgk Ali Imran itu 170 bulan kurungan, dan denda emas sebanyak 93,75 gram.

Amar putusan yang dibacakan ketua majelis hakim Azmir SH disebutkan, kedua terdakwa terbukti, bersalah dan sepakat dengan tuntutan JPU bahwa Ali Imran melanggar Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Kemudian Miyardi melanggar Pasal 50 jo Pasal 48 jo Pasal 1 angka 30 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. | anteroaceh

Aliexpress WW
Rubrik       : News

Pos terkait