Posisi Calon Wabup Aceh Selatan lebih Pantas Kalangan Berokrat

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Isu persoalan calon wakil Bupati Aceh Selatan yang akan mendampingi Tgk Amran dalam memimpin roda pemerintahan di daerah berjuluk negeri pala itu semakin hari kian memanas.

“Pada dasarnya kita beranggapan bahwa rasanya terlalu cepat memikirkan tentang sosok wakil Bupati Aceh Selatan, karena Alm. Bupati Aceh Selatan H. Azwir belum sampai satu bulan wafat. Di satu sisi hal ini sangatlah naif. Namun, disisi lain jika kita merujuk seberapa pentingnya keberadaan pemimpin dalam islam, sehingga kita runut kembali sejarah ketika Rasulullah wafat maka para sahabat pun langsung bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan memimpin ummat Islam saat itu. Maka tentunya sudah pula seyogyanya Aceh Selatan membahas sosok pemimpin yang akan mendampingi Tgk Amran dalam menjalankan roda pemerintahan,” ungkap Aktivis Mahasiswa Aceh Selatan, Muhammad Hasbar Kuba kepada media infonaggroe, Senin 30 Desember 2019.

Dikala perbincangan hingga pertarungan isu tentang sosok calon wakil dari kalangan politisi terutama dari partai mulai diperbincang baik di media sosial hingga warung kopi, namun mahasiswa ini memiliki pandangan yang beda untuk menjaga keseimbangan hingga optimalnya gerak dan laju pemerintahan Aceh Selatan Hebat ke depan.

“Jika kita melihat latar belakang Bapak Tgk Amran yang berasal dari Kluet dan berlatar belakang politisi, maka kita menilai idealnya Agar pemerintahan tetap berjalan optimal dan seimbang ke depannya, maka kenapa tidak untuk sosok yang mendampinginya berasal dari kawasan Tapaktuan hingga Labuhanhaji Barat. Kemudian, jika merujuk dari background Tgk Amran sebagai seorang politisi, maka idealnya sosok yang mendampingi berasal dari kalangan birokrat yang handal. Selain untuk mempermudah beliau dalam mengurusi tatanan birokrasi pemerintahan, juga sebagai jalan tengah menghindari konflik politik antar partai pengusung/pendukung atau koalisi. Sehingga pilihan sosok wabup Aceh Selatan ini benar-benar dapat membantu laju pemerintahan menuju Aceh Selatan Hebat,” paparnya.

Hasbar menyebutkan, dirinya tidak mengarahkan siapa sosok birokrat tersebut, namun jika dilihat dari sepak terjangnya di dunia pemerintahan tentunya banyak birokrat-birokrat Aceh Selatan yang telah berpengalaman di luar baik itu di provinsi maupun di pusat. “Ini menjadi peluang besar bagi Aceh Selatan untuk membawa pulang birokrat-birokrat handal tersebut untuk pulang membangun daerah. Hal ini mengingat latar belakang alm. Bapak Bupati kita yang lama adalah kalangan birokrat, sehingga untuk mendampingin Bupati kita saat ini juga berasal dari kalangan birokrat, sehingga check and balance dalam memimpin pemerintahan dapat terwujud,” sebutnya.

Hasbar merincikan, dari kalangan birokrat senior yang berasal beberapa sosok patu dipertimbangkan, diantaranya mantan Pj. Bupati Simeulue T. Narensyekh yang notabenenya putera Labuhanhaji, mantan kepala Biro pembangunan Aceh di masa pemerintahan Irwandi Jilid I, Ir.H. Chairiwas Rahman yang merupakan putera Meukek yang juga memiliki hubungan famili di Gunung Kerambil, Tapaktuan.

Tidak hanya itu, lanjut Hasbar, ada juga nama Ir Monhilal yakni putera Samadua yang berkiprah di kementerian PUPR, begitupun mantan kadis pendidikan Subulussalam yang berasal dari Samadua, H. Irwan Yasin juga patut dipertimbangkan, juga sosok mantan Kadispora Aceh Drs Darmansyah MM layak untuk dipertimbangkan, begitupun dengan sosok birokrat senior lainnya.

“Mungkin mengajak tokoh birokrat senior ini untuk pulang tidaklah mudah, namun kami yakin dan percaya di dalam hati para tokoh kita ini ada kerinduan membangun daerah, tidak sebatas karena posisi sebagai wakil, namun kami yakin yang lebih penting bagi mereka adalah ruang berkiprah untuk kampung halaman,” ujarnya.

Hasbar juga menyebutkan, selain dari kalang birokrat senior. Sosok-sosok birokrat muda yang memiliki karier bagus di pemerintahan juga patut untuk dilirik sebagai wabup Aceh Selatan ke depan.

Diantaranya, lanjut koordinator Kaukus Peduli Aceh (KPA) itu, ada nama Mus Mulyadi, mantan Ketua PAS asal Labuhanhaji yang kini berkarier sebagai Kabid di Kesbangpol Aceh. Ada pula nama Mulizar yang juga mantan ketua PAS kini berkarier di Kemenag Banda Aceh yang berasal dari Samadua.

Begitupun dengan sosok birokrat muda lainnya seperti Kasi Sarana dan Sarana Kemenag Aceh, Syafruddin yang berasal dari Samadua-Sawang, ataupun sosok Syaikhul Islami yang kini berkarier di Kementerian Tenaga Kerja RI, maupun sosok lainnya dari kalangan birokrat muda yang dianggap potensial, berpengalaman di birokrasi, berkomitmen dan memiliki relasi yang baik untuk masa depan daerah.

“Kendatipun demikian, tentunya keputusan sepenuhnya ada pada Tgk Amran sebagai orang nomor 1 di Aceh Selatan dan tentunya tanpa menafikan kebijakan DPRK Aceh Selatan dari sejumlah nama yang nantinya diusulkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, Bupati Aceh Selatan akan melaju tanpa sosok wakil hingga waktu yang relatif lama. Tentunya semua keputusan itu berpulang kepada pemilik kebijakan dengan mempertimbangkan kan berbagai faktor demi kebaikan Aceh Selatan ke depan,”pungkasnya.

Rubrik       : Tak Berkategori