Polisi : Penggusuran Pasar Geudong Ditunda

  • Whatsapp

Lhoksukon, INFONANGGROE.com – Penggusuran pasar Geudong, Aceh Utara akhirnya gagal dilakukan aparat gabungan dari Satpol PP dan kepolisian, pada Selasa (7/1/2020) pagi, setelah sempat adu mulut dengan pedagang dan mahasiswa.

Namun pihak kepolisian berdalih, petugas terpaksa mundur karena ada mahasiswa yang berusaha menghalangi proses penggusuran.

“Bukan gagal, tapi kita berupaya persuasif, karena saat akan kita gusur ada mahasiswa yang berusaha menghalangi. Jadi agar tidak terjadi perselisihan kita mundur,” terang Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Adi Sofyan.

Ia menjelaskan, sebagian besar pedagang sedang berusaha mengosongkan lokasi pasar, tiba-tiba datang mahasiswa.

Mahasiswa tidak paham persoalan dan aturan. Jadi kita undang mereka (mahasiswa) untuk kita jelaskan duduk persoalannya, agar mereka paham,” jelasnya lagi.

Adi menerangkan, pertemuan dengan mahasiswa akan dilakukan pada Kamis 9 Januari mendatang. Setelah itu pihaknya akan berkoordinasi dengan para pihak lainnya untuk melakukan penggusuran.

“Waktu penggusuran akan kita jadwalkan kembali setelah selesai bertemu dengan mahasiswa,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, petugas Satpol PP dan kepolisian gagal meggusur bangunan Pasar Geudong yang akan revitalisasi oleh Perusahaan Daerah Bina Usaha (PDBU), karena dihadang oleh pedagang dan mahasiswa.

Pedagang berdalih telah membeli lapak jualan tersebut sejak tahun 1997, dengan nilai Rp 7,5 juta per pintu. Namun hingga saat ini pedagang belum mendapatkan surat HGB yang dijanjikan Pemkab Aceh Utara melalui PDBU.

Selain itu, saat ini sengketa lahan tersebut masih berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, dan pada Kamis esok lusa akan digelar media ketiga kali.

Selain itu pedagang menolak program revitalisasi, karena nilai HGB baru yang ditawarkan oleh PDBU sangat mahal dan bangunan lapak berdagang semakin kecil. | anteroacehcom

Rubrik       : Tak Berkategori