Pintu Hijrah Rehab 279 Pecandu Narkoba, Yang Miskin Perlu Kontribusi Pemerintah Daerah

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Lembaga Rehabilitasi Sosial Yayasan Pintu Hijrah sepanjang Tahun 2019 telah memberikan layanan rehabilitasi sosial pecandu narkotika terhadap 279 orang dari berbagai tingkatan umur.

Dari 279 orang, 225 orang mendapat layanan rehabilitasi rawat jalan dan 54 orang diberikan layanan rehabilitasi rawat inap, rehabilitasi rawat inap diberikan pada penggunaan yang sudah kategori addict atau pecandu berat. Pelaksanaan layanan tersebut juga didukung dengan subsidi biaya rehabilitasi oleh Kementerian Sosial.

Dalam laporan tahunannya IPWL Pintu Hijrah menyampaikan bahwa subsidi biaya rawat inap terhadap IPWL Pintu Hijrah tahun 2019 diberikan sebesar Rp. 1.440.000/orang untuk 4 bulan, dan hanya didapat oleh 40 orang. Sedangkan subsidi biaya rawat jalan diberikan Rp. 900.000/orang dan pintu hijrah mendapat pembiayaan subsidi sebanyak 115 Orang.

Subsidi tersebut memang masih sangat rendah terutama dalam hal layanan rawat inap, oleh karena itu ketua IPWL Pintu Hijrah Dedy Saputra ZN, S.Sos.I. berharap agar pemerintah Daerah juga ikut berkontribusi dalam hal anggaran terutama dalam memberikan pelayanan rehabilitasi terhadap pengguna yang dikategorikan miskin.
” Bayangkan masa basic program rehabilitasi sosial dipintu hijrah itu 6 bulan dan subsidi yang ada hanya 4 (empat) bulan, sedangkan biaya hidup kita di panti itu normalnya Rp. 3.500.000-4.000.000/orang sementara subsidi hanya 1.440.000. Sisanya mesti dipikirkan oleh keluarga, atau bantuan dari lembaga rehabilitasi bagi keluarga yang benar-benar tidak mampu”.ucap Dedy

Jumlah pemakai sebanyak 279 orang yang mendapat layanan rehabilitasi Pintu Hijrah tersebar dari berbagai kabupaten/kota se Aceh, dan berumur antara 16-45 tahun. dan sampai saat ini Januari 2020, panti IPWL Pintu Hijrah masih merehabilitasi sebanyak 36 orang rawat inap.

Sebagaimana diketahui IPWL Pintu Hijrah adalah satu-satunya rehabilitasi yang dibangun di Aceh dengan metode pemulihan berbasis Islam dan kearifan lokal Aceh, karenan itu dukungan dari berbagai kalangan sangat diharapkan untuk menyelamatkan generasi Aceh dari jeratan narkotika.

Laporan akhir tahun seperti ini perlu kami sampaikan kepada publik sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas lembaga dan hal seperti ini adalah harapan semua orang. Karenanya dimana kekurangan kami berharap ada masukan dari masyarakat luas demi layanan yang lebih baik lagi ditahun 2020 ini. Serta terimakasih kepada semua pihak terutama dinas Sosial Aceh atas kerjasamanya selama ini. Tutup Dedy.

Rubrik       : Tak Berkategori