Organisasi MERAPPAD Gelar Pengukuhan

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROEcom – Organisasi Masyarakat Pengurus Majelis Raya Pemangku Adat Silaturahmi Pewaris Kesultanan Aceh Darussalam (MERRAPAD) gelar pengukuhan yang bertempat di Hotel Sultan Banda Aceh, Sabtu (24/8/2019) malam.

Dalam laporan ketua panitia yang di sampaikan oleh Drs. Mahdi Ahmadi MM menyebut bahwa persiapan acara ini lebih dari satu bulan.

“Saya sangat berterimakasih kepada bank BPD syariah bank BRI yang telah membantu sehingga terlaksana nya pelantikan pada hari ini, dan juga kepada seluruh sumbangsih yang telah diberikan kepada panitia sehingga terlaksana nya acara pada malam hari ini. Dengan terbentuknya ormas MERRAPAD di aceh selangku pemangku adat dan pewaris kesultanan Aceh kedepan akan melakukan program yang ada kegiatannya dengan seluruh instansi terkait yang sasarannya adalah bagaimana memurnikan adat Aceh dan pada malam ini pengurus wajib memakai pakaian adat Aceh. Adapun program yang akan dilakukan selanjutnya adalah pemugaran situs situs dan kuburan Indatu Aceh . Kami juga memohon kepada bapak atau ibuk dan seluruhnya agar ikut serta dalam melestarikan adat Aceh.” Ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan Pembacaan SK yang dibacakan oleh bapak T. Zulkifli SE MSC dan juga pengukuhan pengurus yang di kukuhkan oleh Tgk H. Ahmad Tajuddin.

Adapun yang dilantik ada 10 bidang, diantaranya: Bidang adat dan pelestarian adat istiadat Aceh, bidang pendidikan agama, umum dan pendidikan dakwah ulama, Bidang wakaf dan kesejahteraan umat, Bidang lingkungan hidup dan kelangsungan hidup fauna dan flora Aceh. Bidang perlindungan pemugaran dan pemeliharaan situs sejarah dan cagar budaya, Bidang koperasi. Bidang peranan Inong Aceh . bidang kajian penataan aset-aset Aceh. Bidang Humas dokumentasi dan publikasi dan bidang perlengkapan dan transportasi.

T. Taibur S.H selalu ketua umum dalam kata sambutannya menyampaikan Organisasi ini merupakan organisasi independen dan tidak berpolitik. Kami ingin bermitra dengan seluruh instansi yang ada di Aceh dalam hal pengembangan budaya dan adat istiadat Aceh. Dengan ini saya mengimbau mari bersama-sama melestarikan budaya Aceh , meraih kejayaan dan kesuksesan dengan niat tulus, kerja keras dan pantang menyerah.

Saya akhiri dengan sebuah pantun Pat ranup yang hana Mirah pat peuneurah yang hana bajoe pat narit yang hana salah hana bak awai na bak dudoe.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh T. Basri Pakeh.

Rubrik       : Tak Berkategori