MTsN 4 Banda Aceh Gelar Privat Menulis Untuk Meningkatkan Literasi Siswa

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Gerakan literasi merupakan salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter. Berdasarkan permendikbud no 23 tahun 2015 tentang penambahan budi pekerti, bentuk gerakan literasi sekolah adalah dengan pembiasan membaca buku 15 menit, sebelum proses pembelajaran.

MTsN 4 Banda Aceh bekerjasama dengan Komunitas Gerakan literasi Karya Tulis Ilmiah, Bahasa dan Seni Aceh melalui Privat Menulis dengan tema “Menulis itu Menyenangkan” yang dilaksanakan mulai 17 Januari-20 Maret 2020.

Kepala Madrasah Ina Rezkina, M.Pd didampingi oleh Saiful Bahri, M.A (Waka Humas) dan Yasrati S.Ag (Kepala Perpustakaan) dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan tersebut merupakan salah satu Komitmen MTsN 4 Banda Aceh dalam menyukseskan program pemerintah yaitu Gerakan Literasi Madrasah/Sekolah.

Ina rezkina menjelaskan pelatihan privat menulis dengan tema menulis itu menyenangkan bertujuan melatih dan meningkatkan pengetahuan siswa/i MTsN 4 Banda Aceh dalam menulis dan terbiasa dalam menulis secara baik dan benar sehingga mereka dapat merasakan manfaat dari menulis dengan harapan melalui menulis akan melahirkan penulis-penulis yang handal.

Lanjut Ina, program ini akan terus berlanjut sesuai dengan visi dan misi Madrasah dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa yang ditumbuh kembangkan dengan suatu pembiasaan membaca 15 menit, kemudian siswa mencatat hasil bacaan dibuku atau lembar literasi.

Senada dengan Kepala Madrasah, Yasrati S.Ag selaku Kepala Perpustakaan mengatakan gerakan litersi Madrasah di MTsN 4 Banda Aceh sudah mulai berjalan dari tahun 2018 sampai dengan 2020 dilaksanakan dengan tujuan menjadikan siswa sebagai generasi literasi, mereka biasa hidup mandiri dengan bekal literasi, melalui literasi diharapkan membudayakan siswa untuk menulis rapi, terstruktur dan menggunakan bahasa yang komunikatif.

“Dengan adanya kegiatan literasi (menulis) guru dapat mencetak generasi literasi, siswa dengan sendirinya akan datang keperpustakaan dan pojok baca tanpa disuruh oleh guru”. ucap Yusriati.

Gerakan literasi tidak hanya membaca, tetapi dilengkapi dengan menulis yang harus dilandasi dengan keterampilan tau kiat untuk mengubah, menigkatkan, memodifikasi dan menceritakan kembali dan seterusnya. tutup Yusriati.

Kegiatan pelatihan privat menulis ini diikuti oleh siswa-siswi sebanyak 50 orang yang merupakan perwakilan dari kelas masing-masing, materi pelatihan disampaikan oleh Suyono. A.Md (Koordinator Area), Zikri. S.Kom (Direktur Marketing), dan Novizal (Author&Ghost Writer).

Rubrik       : Tak Berkategori