Masyarakat Pulo Aceh Berharap Dapat Bergabung Dengan Banda Aceh

  • Whatsapp

Pulo Aceh, INFONANGGROE.com – Beberapa hari yang lalu Pemkot Banda Aceh melalui Walikota Banda Aceh mengusulkan wacana pelebaran wilayah kota Banda Aceh kedalam wilayah Aceh Besar, hal itu disampai oleh bapak wali kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam Rapat Kerja Bupati/Wali Kota se-Aceh Tahun 2019 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Kamis (5/12).

Rapat yang diikuti 23 bupati/wali kota tersebut dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Turut hadir, Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Eko Subowo, anggota Komisi X DPR RI, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, Asisten I dan II Setda Aceh, M Jafar dan HT Ahmad Dadek, para kepala SKPA, serta perwakilan intansi terkait lainnya.

Masyarakat Pulo Aceh sangat gembira mendengar kabar tersebut mengingat letak geografis pulo aceh lebih dekat dengan Kota Banda Aceh ketimbang ibukota Aceh Besar.

“Kami merasa sangat cocok jika memang Pulo Aceh memindahkan wilayah administrasi ke Banda Aceh mengingat lebih menghemat waktu dan biaya, mengingat juga pelabuhan persandaran Kapal/boat penumpang Pulo aceh juga diBanda Aceh” Ucap Mulyadi Pulo, ketua Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pulo Aceh (IPPELMAPA) kepada media Infonaggroe.com Minggu 8 Desember 2019.

“Kami Meminta Bupati Aceh Besar untuk merelakan saja Pulo Aceh bergabung ke Banda Aceh karna mengingat wilayah Aceh Besar sangat luas dan alokasi APBK juga terbatas” Sambung Mulyadi Pulo yang juga merangkap sebagai Ketua Lembaga Pulo Peduli Generasi.

Menurut Mulyadi sangat patut dilepaskan karna selama ini tidak ada PAD (Pendapatan Asli Daerah) di Pulo Aceh, dan juga perputaran roda ekonomi masyarakat juga dengan Banda Aceh. Pulo Aceh dengan potensi wisata yang begitu besar tapi tidak dimamfaatkan oleh Pemkab Aceh Besar.

“Jangankan sektor wisata, yang paling dasarpun kita tidak memadai seperti singal komunikasi tidak ada , transportasi laut dan darat, pendidikan, dan masih banyak masalah yang perlu diselesaikan, kalau memang Bupati Aceh Besar enggan melepaskan wilayahnya tetapi jangan enggan membangunnya,” imbuhnya.

Mulyadi berharap dapat melakukan pertemuan dengan Wali kota Banda Aceh guna membahas langkah-langkah yang harus ditempuh atas usulan tersebut. “Kami siap berhadapan dengan Hukum dan Undang-undang yang berlaku, dan juga atas segala konsekuensinya” tutupnya.

Rubrik       : Tak Berkategori