Mari Gandengan Tangan Nyanyikan Lagu Mars Darussalam

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Peristiwa larangan penggunaan lapangan tegu yang dilakukan oleh pihak UNSYIAH kepada Panitia PBAK UIN Ar-Raniry menjadi suatu yang hangat dibicarakan baik di media sosial dan warung kopi di Aceh, banyak pihak yang menyayangkan kejadian tersebut, mereka menganggap suatu hal yang tidak pantas terjadi di dunia pendidikan Aceh. awak media Infonanggroe dalam telesurannya pada media sosial pemilik akun facebook yang bernama Mukim Siem Meudeelat”, Jumat 30/8/2019.

Berikut isi status Facebook milik Mukim Siem Kecamatan Darussalam

“Mari Bergandeng Tangan
Nyanyikan Lagu “Mars Darussalam”

Area yang hari ini kita kenal dengan Lapangan Tugu Darussalam, dahulu dalam penamaan lokal disebut dengan Cot Jambè. Kawasan Cot Jambè ini masuk dalam wilayah territorial Gampong Tanjong Seulamat, Mukim Tungkob, Kenegerian (Nanggroe) IX Mukim Tungkob (skr, Kecamatan Darussalam), Sagoe XXVI Mukim. Saya memiliki dokumen Peta Wilayah Sagoe XXVI Mukim yg dibuat pada masa pendudukan Belanda dalam format pdf yg menunjukkan kawasan ini dengan nama Cot Jambè. Untuk mengabadikan nama Cot Jambè, maka salah satu wilayah dusun di gampong Tanjong Seulamat sampai saat ini dinamakan dengan Dusun Cot Jambè.

Pada saat pembangunan Kota Pelajar dan Mahasiswa Darussalam (Kopelma Darussalam) yg peresmiannya ditandai dg pembukaan selubung Tugu Darussalam oleh presiden Soekarno pada tanggal 2 September 1959, sebagian wilayah Cot Jambè dianeksasi ke dalam wilayah Kopelma Darussalam.

Maka bertukarlah nama Cot Jambè menjadi Darussalam , nama yang indah dari bahasa Arab: دار السلام, bermakna “Negeri Nan Damai”. Di kawasan Negeri Nan Damai itulah, kemudian didirikanlah kampus kampus besar “si Jantong Haté” rakyat Aceh, sebagai kawasan milik bersama.

Hari ini, menjelang Peringatan Ke-60 tahun usia si Jantong Haté (02/09/1959-02/09/2019), kita mencium aroma tak sedap yang berhembus melukai nurani dan kearifan kita. Sangat menyedihkan ketika itu terjadi dikalangan kaum akademisi yg semestinya lebih mengedepankan kearifan dari pada ambisi pribadi maupun golongan.

Ayo.. mahasiswa-mahasiswi Unsyiah dan UIN AR-Raniry, mari bergandeng tangan,mari sama sama kita menyanyikan “Mars Darussalam”, karena Darussalam adalah milik kita bersama.

Mars Darussalam

dipersada tanah iskandar muda
dibina kota pelajar megah
digelar darussalam sejahtera
tempat para mahasiswa

reff : mari putri, mari putra
bekerja suka dharma
mari putri, mari putra
membangun kota mahasiswa

dijaga gunung seulawah perkasa
perguruan tinggi utama
dilingkar krueng aceh penuh sejarah
bertekun jadi sarjana

reff : mari putri, mari putra
bekerja suka dharma
mari putri, mari putra
membangun kota mahasiswa

Status tersebut dibanjiri para komentar pengguna medsos, seperti pemilik @akun Amrullah Aceh “Meu nyo para akademisi peu got karu, peu Lom masyarakat awam, Pajan cit damai Aceh nyo”.

@akun Iskandar “Kalau tidak salah saya kopelma Darussalam dalam pengelolaan YPD, singkatan Yayasan Pembina Darussalam apa sudah facum atau bubar” dan ada juga @akun yang berkomentar “Jameun sarat ekonomi dan politek”

Sebelum berita ini dimuat pihak media telah mengkonfirmasi pada pemilik akun Mukiem Siem Meudeelat. (ms)

Rubrik       : Tak Berkategori