Lismijar: Ketua DPRA Tidak Paham Kepemimpinan Kolektif Kolegial

  • Whatsapp

Banda Aceh, INFONANGGROE.com – Wakil Ketua DPP Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SIGAP) Lismijar, ikut menyayangkan sikap Dahlan selaku ketua DPRA yang kesampingkan prinsip kemimpinan kolektif kolegial tanpa koordinasi melibatkan unsur pimpinan DPRA lain dalam menjadwalkan agenda lanjutan sidang penetapan anggota alat kelengkapan DPRA. Hal ini disampaikan pada media infonaggroe.com. Selasa 7 Januari 2020.

Praktek diluar kebiasaan ketua DPRA, menurut Lismijar akan sangat berpotensi menimbulkan kericuhan dan kegaduhan nantinya dalam persidangan sehingga memperlihatkan gaya kepemimpinan ketua DPRA yang tidak efektif, positif dan produktif pada generasi Aceh. Oleh karenanya, Lismijar selaku Wakil Ketua Umum DPP Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SIGAP) menyarankan Dahlan perlu meningkatkan grade kapasitasnya sebagai ketua DPRA, tuntun Lismijar yang juga mahasiswa post Graduade doctoral UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Diungkapkannya “Dahlan perlu banyak belajar akan sesengit apapun kepentingan politik yang mendasari partainya, dia tidak boleh terlihat panik dan abai akan unsur hak wakil ketua lainnya yang include sebagai pimpinan didalamnya.” Ucap Lismijar.

Lanjut Lismijar“ini kan aneh, selevel melanjutkan sidang rapat harus sabotase hak kolektifitas anggota pimpinan lain. Artinya kapasitas selaku ketua menurut saya bisa jadi tidak paham prinsip kolektif kolegial pimpinan atau merasa tidak confident dalam menghandle forum persidangan sehingga memainkan trik konyol yang malah megukur tingkat kapasitas diri rendah, kesal Lismijar.

Lismijar menegaskan bahwasanya jangan sampai posisi ketua DPRA ikut mempreteli hak kepentingan unsur pimpinan dari partai lain demi ambisius partainya yang ingin menguasai seluruh unsur pimpinan ketua komisi di AKD. kalau mau Proporsional, kenapa untuk pimpinan AKD tidak proporsional. Bahkan kita pertanyakan termasuk kenapa anggota badan anggaran dan Banmus dari KAB boleh lebih untuk memasukkan anggotanya dan tidak mengikuti hasil dari kesepakatan awal yg sudah ditandatangani oleh ketua DPRA? Ini sangat tidak adil, fair dan sehat dalam sistem demokrasi parlement kita.

Bagi kita kalau ketua tidak cukup kapasitas lebih baik mundur saja karena sangat terlihat sikap arogansi sang ketua, tutup Lismijar selaku wakil ketua DPP SIGAP.

Rubrik       : Tak Berkategori