Lidah Terpotong Dihadapan Birokrasi Kampus

  • Whatsapp

INFONANGGROE.com – Sebelum bercerita jauh saya ingin menjelaskan sedikit kepada kawan – kawan apa itu birokrasi ?

Birokrasi itu berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, di mana lebih banyak orang berada ditingkat bawah daripada tingkat atas, yang biasanya ditemui pada instansi bersifat sipil maupun militer.

Nah, begitu pula pada hakikatnya mahasiswa dan birokrasi kampus merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Karena dua unsur ini memperlihatkan rasa saling membutuhkan satu sama lain diantaranya tentang persoalan yang menyakut tentang akademik kampus dan kemahasiswaan.

Ketika kita mendengar kata birokrasi kampus pasti banyak persoalan yang terlintas dalam pikiran kita selaku mahasiswa baik tentang masalah akademik yang kadang di persulit, dana kegiatan mahasiswa yang minim dan butuh proses yang lama , penggerakan mahasiswa yang di hambat dan sering di ancam dengan drop out(DO), kualitas dosen yang kurang profesional, fasilitas yang tidak sesuai dengan uang kuliah tunggal(UKT), korupsi yang mehantui, bahkan tindakan seksual yang kita lihat sering terjadi di kampus yang di lakukan oleh pihak yang merasa sebagai penguasa kampus.

Jadi pertanyaan saya sebagai mahasiswa yang awam buat apa lidah ini diciptakan kalau tidak bisa menyampaikan aspirasi kita selaku mahasiswa terhadap birokrasi kampus ?

“Padahal kita tau jelas bahwa Menyampaikan pendapat di muka umum dijamin dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) yang berbunyi: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”.

Maka dari itu kita selaku ” Agent of Change “, yang mengatas namakan diri sebagai “Mahasiswa”, bukan sebagai “Siswa”, harus siap untuk menampung dan menyampaikan semua aspirasi tentang polemik mahasiswa maupun rakyat, baik di dalam kampus maupun di dalam masyarakat karena itu sudah kewajiban kita sebagai mahasiswa yang akan membawa perubahan dalam peradaban dunia di era 4.0 melalui proses pendidikan yang kita peroleh dari kampus.

Selain itu kita selaku mahasiswa juga berperan sebagai “Agen Control Sosial”, sebagai mana mestinya kita harus mampu bersikap kritis terhadap persoalan yang ada di kampus maupun di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pihak kampus maupun pemerintah yang semula ingin mensejahterakan mahasiswa dan rakyat malah semakin menyengsarakan mahasiswa serta rakyat.

He, kalian yang mengatasnamakan diri sebagai mahasiswa, apakah kalian pernah merenung sejenak, untuk memikirkan apa perbedaan kalian dengan siswa ? ya saya rasa kalian pasti acuh dan tak acuh dengan hal tersebut, karena kebanyakan mahasiswa sekarang tidak jauh beda dengan yang namanya siswa, karena kenapa saya mengatakan seperti itu, fakta di lapangan membuktikan bahwa kebanyakan mahasiswa sekarang kemerdekaannya dalam menyampaikan aspirasi sudah di rengut oleh birokrasi kampus secara perlahan – lahan.

Padahal di dalam undang – undang sudah sangat jelas tentang keterbukaan publik tapi hari ini kampus dan pemerintahan apakah ada keterbukaan publik sesuai dengan yang di atur oleh undang – undang ? Jawabannya pasti tidak, jadi kenapa juga undang – undang tersebut di buat kalau tidak di amalkan untuk keterbukaan publik.

“Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Jadi apakah lidah ini di ciptakan hanya untuk berdiam ? Jawabannya hanya ada satu kata yaitu “Lawan dan lawan “, ketika kita tidak mampu melawan dengan kata – kata maka kita harus melawan dengan tulisan.

Penulis : Jufri Demisioner BEM Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar dan Kabid PAO HMI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar.

Rubrik       : Tak Berkategori