Kisah Burung Gagak dalam Al Quran, Ajarkan Cara Menguburkan Jenazah

  • Whatsapp
Foto: Gilles Martin/Getty Images/Kisah Burung Gagak dalam Al Quran, Ajarkan Cara Menguburkan Jenazah

BANDA ACEH – Burung gagak menjadi salah satu hewan yang disebut dalam Al Quran. Hewan ini menjadi contoh pertama cara mengubur jenazah kepada manusia.

Hal ini terjadi ketika putra Nabi Adam, Habil dan Qabil mempersembahkan qurban. Namun, qurban dari Qabil tidak diterima oleh Allah SWT. Qabil marah kepada Habil dan ingin membunuhnya.

Habil berusaha mengingatkan Qabil atas kekuasaan Allah di dunia agar ia tidak berusaha membunuhnya. Hal tu tertulis dalam Quran surat Al Ma’idah ayat 28:

Arab: لَىِٕنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ

Latin: la`im basatta ilayya yadaka litaqtulanī mā ana bibāsiṭiy yadiya ilaika li`aqtulak, innī akhāfullāha rabbal-‘ālamīn

Artinya: “Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

Baca juga:
Ini Agam dan Inong Duwis Kota Banda Aceh 2020 Terpilih

Namun sayang, Qabil mengikuti hawa nafsu dan lantas membunuh saudaranya sendiri. Hal ini Allah SWT firmankan dalam Quran surat Al Ma’idah ayat 30,

Arab: فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Latin: fa ṭawwa’at lahụ nafsuhụ qatla akhīhi fa qatalahụ fa aṣbaḥa minal-khāsirīn

Artinya: Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.

Dari situ, Allah SWT mengutus seekor gagak untuk memberi contoh cara menguburkan jenazah, yakni dengan menggali tanah. Ia pun menyesal atas perbuatannya.

Arab: فَبَعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِى الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَالَ يٰوَيْلَتٰٓى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ ۛ

Latin: fa ba’aṡallāhu gurābay yab-ḥaṡu fil-arḍi liyuriyahụ kaifa yuwārī sau`ata akhīh, qāla yā wailatā a ‘ajaztu an akụna miṡla hāżal-gurābi fa uwāriya sau`ata akhī, fa aṣbaḥa minan-nādimīn

Artinya: Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.

Baca juga:
Persiapan Belajar Tatap Muka, MTsN 2 Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Selain itu, dikutip dari buku ‘Fabel Al-Quran’, dari Mujahid berkenaan dengan firman Allah SWT, “Kemudian, Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi.” Dia berkata, “Burung gagak yang satu mengubur burung gagak yang lain.” Dia berkata, “Dia (Qabil) telah memikul jasad Habil selama seratus tahun tanpa tahu apa yang ia lakukan. Sesekali ia pikul dan sesekali ia letakkan, hingga ia melihat seekor gagak menguburkan gagak yang lain. Maka, Qabil pun berkata, ‘Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?’ Maka ia termasuk orang-orang yang menyesal.” (ath-Thabari vol X)

Kisah burung gagak ini pun menjadi contoh menguburkan jenazah pertama kali di muka bumi.

Rubrik       : News
Sumber    : detikcom

Pos terkait